Beranda

Enam Murid di Sultra Lolos OSN Matematika

Saingi Jawa, Murid Sultra Harus Kerja Keras

KENDARI, BKK – Enam murid sekolah dasar (SD) di Sulawesi Tenggara (Sultra) dipastikan lolos di lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika yang berlangsung di Palembang pertengahan Mei 2016.

Enam murid SD di Sultra itu adalah Muh Luthfi Aninditya Bahri (SDN 1 Katobu Kabupaten Muna), Aditya Nanda Purnama (SDN 1 Tandebura Kabupaten Kolaka), Muh Sayyidul Fajri (SDN 1 Nganganaumala Kota Baubau), Anrian (SDN 1 Pewisoa Jaya Kabupaten Kolaka), Sitti Najwa (SDN 2 Popalia Kabupaten Wakatobi) dan Moh. Fahri Faturrahman Bai (SDN 1 Baadia Kota Baubau).

Lolosnya enam murid SD ini diketahui melalui website resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), www.ditpsd.dikdas.kemdikbud.go.id. Dalam surat resminya, seleksi OSN tingkat provinsi masing-masing dilaksanakan pada 6 April 2016. Namun, nama-nama yang mewakili Sultra ini di OSN tingkat nasional baru diumumkan 22 April 2016.

“Sebenarnya sudah jauh hari ada hasilnya. Namun, baru sekarang disampaikan kepada sekolah masing-masing,” terang Pembina OSN Matematika Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka Dr Kadir SPd MSi, Minggu (1/5).

Menurut Kadir, olimpiade ini setiap tahun dilaksanakan. Mulai seleksi tingkat kecamatan hingga nasional. Di tingkat kecamatan, masing-masing sekolah mengusulkan tiga orang muridnya untuk berebut tiket mewakili kecamatan masing-masing.

“Setelah itu, yang lolos di tingkat kecamatan mengirim tiga orang perwakilannya untuk berlomba di tingkat kabupaten. Enam orang terbaik dari kabupaten itu, ikut berlomba di tingkatan provinsi,” paparnya.

Sekarang, enam orang murid SD yang memperoleh nilai tertinggi, dipastikan mewakili Sultra di OSN yang berlangsung di Palembang pertengahan Mei mendatang.

Dari enam orang itu, murid SDN 1 Katobu Kabupaten Muna atas nama Muh. Luthfi Aninditya Bahri mendapatkan nilai tertinggi, 42.00. Disusul Aditya Nanda Purnama dari SDN 1 Tandebura Kabupaten Kolaka dengan nilai 27.00. Peringkat ketiga, Muh. Sayyidul Fajri dari SDN 1 Nganganaumala Kota Baubau dengan nilai 24.00, keempat Anrian    dari SDN 1 Pewisoa Jaya Kabupaten Kolaka dengan nilai 22.00. Kelima, Sitti Najwa dari SDN 2 Popalia Kabupaten Wakatobi dengan nilai 21.00 dan Moh. Fahri Faturrahman Bai dari SDN 1 Baadia Kota Baubau dengan nilai 18.00.

Oleh Kadir, nilai tertinggi yang diperoleh Luthfi cukup sulit bersaing dengan murid yang ada di Jawa dan Sumatera. Sebab, perolehan nilai mereka di atas 70 sampai 80. Tetapi, kata dia, peluang untuk bersaing tetap ada.

“Kita lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Indonesia Timur. Tapi, kita juga harus kerja keras,” ungkap Dosen Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo (UHO) ini.

Untuk bisa bersaing di level nasional, saran dia, Dikbud Sultra harusnya memberikan pembinaan lebih dulu sebelum berangkat.

“Minimal, dua minggu mereka sudah dikarantina dan diberikan pembinaan. Kalau tidak, kita akan sulit bersaing dengan daerah di Jawa dan Sumatera yang memiliki nilai rata-rata tinggi,” tutur Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Pendidikan Matematika Program Pascasarjana UHO ini. (pas/jie)
=====

Enam Murid Lolos OSN Matematika

No    Nama                        Asal Sekolah                        Nilai

1.     Muh. Luthfi Aninditya Bahri         SDN 1 Katobu Kab. Muna                42.00
2.     Aditya Nanda Purnama            SDN 1 Tandebura Kab. Kolaka            27.00
3.     Muh. Sayyidul Fajri            SDN 1 Nganganaumala Kota Baubau        24.00
4.     Anrian                    SDN 1 Pewisoa Jaya Kab. Kolaka            22.00
5.     Sitti Najwa                 SDN 2 Popalia Kab. Wakatobi             21.00
6.     Moh. Fahri Faturrahman Bai         SDN 1 Baadia Kota Baubau                18.00

To Top