Bantuan Antam untuk Pagar Kantor Desa Dawidawi Diduga Diselewengkan – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Bantuan Antam untuk Pagar Kantor Desa Dawidawi Diduga Diselewengkan

Pagar Kantor Kelurahan Dawidawi yang rusak dan dijadikan alasan meminta bantuan ke PT Antam, tapi dananya diduga diselewengkan. (Foto: Armin/BKK)

Pagar Kantor Kelurahan Dawidawi yang rusak dan dijadikan alasan meminta bantuan ke PT Antam, tapi dananya diduga diselewengkan. (Foto: Armin/BKK)

KOLAKA, BKK – Bantuan PT Antam Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sultra yang berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan pagar Kantor Kelurahan Dawidawi, diduga diselewengkan oleh mantan Lurah Dawidawi.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Berita Kota Kendari, mantan Lurah Dawidawi, Misbahuddin, pada 6 Maret 2015, bersurat kepada Vice President Human Resources and CSR PT Antam UBPN Sultra. Surat bernomor 460/27 berisi permohonan bantuan pembangunan pagar Kantor Kelurahan Dawidawi yang sudah rusak, dengan melampirkan foto kondisi bangunan pagar kantor. Surat itu pun langsung diagendakan UBPN Sultra hari itu juga, dengan nomor 342.

Selanjutnya tanggal 17 Maret 2015, atas persetujuan manajemen PT Antam Sultra dibuatkan berita acara penyerahan bantuan program CSR untuk pembangunan pagar Kantor Kelurahan Dawidawi, berupa bantuan fisik material untuk mendukung program pemerintah dan masyarakat Kelurahan Dawidawi, berupa semen tonasa 50 kg sebanyak 100 zak dan besi beton 10 pool sebanyak 20 batang.

Bantuan ini diserahkan AM Comdev Hamran, kepada Lurah Dawidawi Misbahuddin diketahui manager CSR Pamiluddin Abdullah, bertempat di Kantor Kelurahan Dawidawi.

Kemudian tanggal 25 Maret 2015, manager CSR Antam Sultra Pamiluddin Abdullah bersurat kepada Direktorat Keuangan PT Antam (Persero) Tbk, guna meminta dibayarkan tagihan pembayaran biaya pembelian dan pengadaan bantuan material untuk penyelesaian pembangunan pagar kantor di Kelurahan Dawidawi Kecamatan Pomalaa, melalui rekening Hj Suwarsih Aras di Bank Mandiri sebesar Rp 10.395.000, karena telah dilakukan penandatanganan berita acara serah terima barang/jasa.

Namun sayang, hingga memasuki tahun 2016 dan Misbahuddin diganti sebagai Lurah Dawidawi, pembangunan pagar tidak juga dikerjakan. Inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan warga Dawidawi, dikemanakan material yang telah diberikan pihak PT Antam Sultra.

“Dikemanakan semen 100 zak dan besi beton 20 batang? Sementara saat saya tanya Hj Suwarsih, semua material diambil mantan Lurah Dawidawi dan mantan kepala lingkungan III Dg Arsyad,” kata putra Dawidawi yang juga ketua forum Pemerhati Masyarakat Lokal Kolaka, Wandy Syaputra, Jumat (29/4).

Begitupun lurah Dawidawi Yusri, Jumat (29/4) mengaku mendapat informasi kalau PT Antam pernah membantu pembangunan pagar kantor Dawidawi, tapi diambil oleh mantan lurah. Karena melihat kondisi pagar yang rusak parah dan hewan gampang masuk kantor, dirinya memutuskan untuk membangun pagar, apalagi ada bantuan dari APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 80 juta, meski saat ini dananya belum cair.

“Karena dana APBD belum cair, saya memutuskan membangun pagar kantor yang mulai rubuh, apalagi masih ada pengusaha yang masih percaya meminjamkan materialnya. Nanti setelah dana cair baru di bayar,” ungkap Yusri.

Sebelumnya mantan manager CSR yang saat ini menjabat manager public relation PT Antam Sultra Pamiluddin Abdullah mengaku, pihaknya tidak tahu lagi mau diapakan bantuan yang diberikan, sebab mereka membantu sesuai kebutuhan masyarakat. Begitupun cepat tidaknya bantuan keluar, tergantung dari keberadaan pimpinan dan pengelolah keuangan.

Begitupun Pamiluddin berharap masalah ini tidak perlu dipublikasikan, sebab menyangkut karir seseorang. Paling utama bagaimana silaturahim tetap terjalin. (cr3/c/jie)

To Top