Polisi Ciduk Tiga Sindikat Pencuri Motor – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polisi Ciduk Tiga Sindikat Pencuri Motor

Dua tersangka Suheri (duduk di sofa) dan Rahmad Mauludin (jaket coklat) saat berada di ruang penyidik Jatandras Polda Sultra. (FOTO:KASMAN/BKK)

Dua tersangka Suheri (duduk di sofa) dan Rahmad Mauludin (jaket coklat) saat berada di ruang penyidik Jatandras Polda Sultra. (FOTO:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Subdirektorat (Subdit) III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil menangkap tiga sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini beroperasi di Kota Kendari.

Ketiganya adalah Rahmad Mauludin (23), Suheri (30), dan Jemi’i alias Diki (22). Mereka diciduk pada Jumat (294). Petugas pertama kali menangkap dua kawanan Rahmad dan Suheri di Pasar Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) sekitar pukul 12.30 Wita.

Keduanya dibekuk hendak menjual motor Yamaha Vixion merah putih yang baru dicuri di sekitaran Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari.

Motor tanpa pelat nomor polisi (nipol) itu rencananya hendak dijual ke pembeli seharga Rp 5 juta. Namun, sebelum serah terima uang dan barang polisi langusng menangkap keduanya.

Kepala Subbidang (Kasubbida) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh mengatakan, para tersangka sudah menjadi target operasi (TO) polisi. Sehingga, pergerakan ketiganya selalu dipantau.

“Nah tadi malam (kemarin malam, red) berhasil ditangkap saat mau menjual motor,” jelas perwira polisi dengan satu melati di pundak ini, kemarin.

Lebih lanjut Dolfi mengungkapkan, tiga tersangka dijerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara.

Di depan petuga Rahmad mengaku, dirinya telah mencuri pada dua tempat kejadian perkara (TKP). Yakni, pada pekan lalu ia mengambil Vixion hitam di belakang Kampus Mandala Waluya Kendari dan terbaru bersama Suheri mengambil di IAIN yang berakhir penangkapan.

“Kalau saya baru dua motor yang saya ambil. Pertama motor Vixion di belakang mandala dan tadi malam (kemarin malam, red) saya bersama Suheri ambil di IAIN,” aku warga Desa Asebu Mulya Kecamatan Buke Andoolo Utama Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ini.

Sementara, Suheri warga Kemaraya Kota Kendari mengungkapkan, sejak beraksi dari Februari 2016, dirinya telah berhasil mencuri motor pada lima TKP. Salah satunya di seitaran Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari.

“Saya baru lima kali Pak. Saya kerja begitu (curi motor, red) dari Februari,” katanya.

Sementara, tersangka Diki diringkus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari sekitar pukul 05.00 Wita. Kala itu tersangka, sedang menjenguk Suheri yang sedang mendapatkan perawatan medis di RS.

Diki, merupakan pelaku yang terhubung langsung dengan sindikat pembeli motor di Pulau Jawa. Dalam menjalankan aksinya, dia selalu sendiri tanpa bergabung dengan dua pelaku lainnya. Namun, mereka saling kenal.

Dia mengaku, sudah mengambil motor pada empat TKP. Tiga unitnya dijual dan satu di pakai sendiri.

“Satu saya pakai sendiri, tiga saya jual. Saya punya teman di Jawa yang selalu menelpon minta dicarikan motor,” ungkap warag Desa Silea Jaya Kecamatan Buke Konsel ini. (kas)

To Top