Kasuistika

Aswad Mendadak Muncul di Kejati

ASWAD.

KENDARI, BKK – Setelah dua kali mangkir dari wajib lapor tanpa alasan jelas, akhirnya mantan Bupati Konawe Utara (Konut) Aswad Sulaiman, tiba-tiba nongol mengisi absen di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra). Padahal, sebelumnya dikabarkan terbang ke luar negeri untuk melaksanakan umrah.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Sugeng Djoko Susilo SH MH, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Janes Mamangkey SH mengatakan, pihaknya kembali menerima wajib lapor Aswad Sulaiman setelah dua kali tidak hadir tanpa keterangan.

“Kemarin (Kamis, red) Aswad datang kembali melakukan wajib lapor. Dia (Aswad, red) datang sekitar pukul 11.30 Wita lewat pintu samping kejati, ” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (29/4).

Saat dikonfirmasi mengenai alasan Aswad tidak melakukan wajib lapor sebanyak dua kali karena sedang berada di luar negeri, Janes mengaku tidak tahu menahu berkai hal itu.

“Saya tidak tahu kalau persoalan itu. Yang pasti kemarin itu Aswad datang kesini (kajati, red) dengan iktikad baik untuk melakukan wajib lapor,” ujarnya.

Sebelumnya Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sultra Ramel Jesaja mengungkapkan, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sekali dalam sepekan, Aswad Sulaiman harus melakukan wajib lapor.
“Meskipun dia telah melakukan pengembalian kerugian negara senilai Rp 2,3 miliar, proses hukum itu tetap harus berjalan,” tegasnya.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati Konut, sambung Ramel, Aswad selalu datang ke kejati.
Terpisah, saat dikonfirmasi melalui telepons selulernya, Penasihat Hukum Aswad Sulaiman, Razak Naba SH mengatakan, sebagai orang yang patuh pada hukum, klinnya selalu melakukan wajib lapor.
“Memang setiap hari kamis itu klien saya selalu ke kejati melakukan wajib lapor, sejak ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya. (p5/c/kas)

To Top