Pemilu Baru tapi KPU Bekas – Berita Kota Kendari
Suksesi

Pemilu Baru tapi KPU Bekas

Pilkada Mubar secara Seremonial dan Personal

Kabupaten Muna Barat (Mubar) tahun depan akan menjalani pemilihan umum (pemilu) pertama kali untuk menentukan bupati definitif.
Catatan LM Ishak Junaidy, Laworo
Mubar menjadi salah satu dari 5 daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017.
Dan Mubar merupakan 1 dari 3 daerah otonomi baru (DOB) yang gelaran pemilu mendatang adalah pengalaman pertamanya.
Lima daerah peserta pilkada tahun depan, yaitu,  Kota Kendari, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Buton Selatan (Busel), Kabupaten Mubar, dan Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).
Tiga di antaranya DOB, yakni, Buteng, Busel, Mubar yang pemerintahannya dipegang penjabat bupati.
Mubar mekar dari kabupaten induk, Muna, berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2014.
Daerah berpenduduk 83.362 jiwa ini secara resmi terbentuk pada 23 Juli 2014.
Saat itu Kabupaten Muna dipimpin Bupati LM Baharuddin, sedangkan Gubernur Sultra dijabat Nur Alam.
Gubernur kemudian menunjuk Penjabat (Pj) Bupati LM Rajiun Tumada menakhodai kabupaten dengan 11 kecamatan ini.
Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 Mubar memiliki sebanyak 56.700 wajib pilih.
Pilkada ini akan diselenggarakan komisi pemilihan umum (KPU) yang juga baru dibentuk. Namanya juga daerah pemekaran baru, semuanya serba baru.
Hanya saja, meskipun secara seremonial Pilkada Mubar 2017 merupakan pemilu perdana tapi secara personal penyelenggaranya bukan orang baru.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mubar Almunardin atau akrab disapa La Power adalah bekas Ketua KPU Muna, masa bakti 2005-2010.
Jadi, pemilunya baru tapi Ketua KPU-nya bekas. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top