Kota Raha ‘Dikepung’ Sampah – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Kota Raha ‘Dikepung’ Sampah

Sampah menumpuk di beberapa lokasi di pantai Kota Raha

Sampah menumpuk di beberapa lokasi di pantai Kota Raha

RAHA, BKK – Pemandangan jorok menghiasi wajah Kota Raha, ibukota Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Bila kita berjalan-jalan mengelilingi kota yang dahulunya dikenal dengan penghasil jati ini, kita akan disuguhkan dengan tumpukan sampah di berbagai sudut kota.

Di sepanjang talud lokasi kolam dayung Sarana Olah Raga La Ode Pandu sudah berubah menjadi talud bak sampah. Kemudian di belakang Masjid Baitul Makmur, juga sudah menjadi lautan sampah.
Bukan hanya disitu, sampah mulai menggunung di belakang Rumah Sakit Modern Raha, di samping alun-alun Kota Raha, di berbagai sudut jalan dan di samping Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Muna yang lama, kini berubah menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat.
Yang parah, jika kita melintas sepanjang areal dayung di samping Kantor DPD Golkar Muna sampai ke Masjid Al Munajad di Jalan Bay Pass Kota Raha, akan tercium aroma busuk sangat menyengat.
“Masalah sampah di Kota Raha ini memang sulit kita atasi. Kecuali kita tambah armada mobil pengangkut sampah, tiga atau lima unit lagi dari tujuh unit armada yang kita miliki saat ini,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Muna, Drs La Oba.
Menurut dia, Muna tidak perlu anggaran besar untuk menjawab persoalan sampah tersebut. Dana Rp 10 miliar, kata dia, sudah cukup untuk menyelamatkan wajah kota dari ancaman sampah.
“Kita harus memiliki TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) minimal 10 hektare. Saat ini kita belum punya TPAS. Lahannya saja masih menggunakan Dinas Kehutanan Kabupaten Muna yang berlokasi di Lakaoduma. Kita butuh dana Rp 10 miliar saja, kita bisa atasi masalah persampahan di Kota Raha seperti Kota Kendari atau Bau- bau,” terangnya, Selasa (26/4).
Terkait masalah tumpukan sampah di sepajang talud SOR Dayung La Ode Pandu, La Oba mengaku hal itu menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah Kabupaten Muna (BPBD).
“Kalau di sepanjang aliran talud dayung di SOR La Ode Pandu sampai bay pass Kota Raha, itu tanggung jawab BPBD. Mereka yang punya kegiatan, bukan BLH,” kilah Drs La Oba. (cr1/c/jie)

To Top