H Amin Mengaku Sudah Kuasai 85 Desa – Berita Kota Kendari
Suksesi

H Amin Mengaku Sudah Kuasai 85 Desa

KENDARI, BKK – Pergerakan Bakal Calon (Balon) Bupati Buton H Amin sudah mulai merangsek masuk di pedesaaan. Setelah bersosialisasi di ibu kota kabupaten Pasarwajo, pria akrab disapa La Rengke ini sudah menggarap suara di desa.

Setidaknya, dari 97 desa yang ada di Buton, La Rengke sudah memasuki 85 desa atau kelurahan.

Tim pemenangan H Amin, Taher Wabula mengatakan, La Rengke baru-baru saja menggelar sosialisasi di salah satu kampung sangat terpencil di Buton. Menurut dia, H Amin akan terus melakukan sosialisasi dengan masyarakat.

“Beliau adalah orangnya terbuka. Sopan dan ramah menghadapi orang. Apalagi, dengan masyarakat kecil. Sekarang, beliau sudah menguasai 85 desa dan kelurahan di Buton,” terang Taher kepada Berita Kota Kendari, Selasa (26/4).

Mantan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Ambon ini melanjutkan, desa yang tersisa akan segera didatangi oleh H Amin. Menurut Taher, di pelosok mana pun, La Rengke tetap akan masuk.

“Beliau dikawal oleh masyarakat. Ia juga tidak butuh pengawalan ketat. Sebab, dia sudah berpengalaman selama ini menjadi anggota,” paparnya.

Modal La Rengke dalam mencalonkan bupati adalah semangat perjuangan membebaskan masyarakat Buton dari keterpurukkan. Sebab, kata dia, selama ini pemerintahan yang dipimpin Umar Samiun belum berpihak kepada masyarakat kecil.

“Hampir semua masyarakat sudah tahu bagaimana cara kepemimpinan Umar Samiun. Hadirnya pak La Rengke ini, menjadi harapan baru bagi masyarakat. Sebab, dari gaya kepemimpinan, Umar Samiun hanya bisa dilawan oleh La Rengke,” ujarnya.

Selama ini, kata dia, Umar terkesan diktator kepada masyarakat kecil. Terlebih, demokrasi di Buton tidak berlangsung secara maksimal. Hampir semua anggota dewan terkesan bungkam untuk memprotes setiap kebijakan Umar.

Padahal, kata Tahir, kebijakan Umar dalam pengelolaan aspal tidak terlalu transparan. Bahkan, kata dia, Umar hanya terkesan memberikan janji politis terhadap masyarakat tentang potensi aspal ini.

“Sekarang, dimana masyarakat yang sejahtera. Membangun daerah itu, bukan dengan cara arogan. Harus dengan cara santun, bijak dan transparan. Jangan hanya orang di sekelilingnya yang diutamakan, masyarakat diabaikan,” katanya jengkel. (pas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top