Lingkar Sultra

Sudah Habiskan Rp 100 M, RSUD Raha Masih Butuh Rp 16 M

RAHA, BKK – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raha terus digenjot. Rumah sakit modern itu sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 100 miliar, baik bersumber dari APBD Muna maupun dari pinjaman Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Dana miliaran itu baru menghasilkan fisik gedung tiga lantai. Tapi belum rampung. Kendati demikian, lima buah lampu operasi sudah terpasang terlebih dahulu.

Direktur RSUD Raha dr Tutut Purwanto mengklaim, pembangunan rumah sakit karya Bupati Muna dr LM Baharuddin MKes ini masuk tahap finishing.

“Pembangunan ruang kelas 2 dan kelas 1 VIP memang belum kelar. Kalau tidak terkendala anggaran, akhir tahun ini akan rampung karena tinggal finishing saja.. Rencananya kita akan gunakan dulu lantai satu. Ada 144 tempat tidur di lantai satu. Satu ruangan nantinya memiliki enam tempat tidur,” jelas dr Tutut Purwanto pada koran ini, Rabu (20/04).

Mengenai pemasangan lampu operasi, ia mengatakan, lima buah lampu operasi sengaja dipasang terlebih dahulu dengan harapan begitu masuk peralatan operasi sudah bisa difungsikan.

“Memang ada pemasangan lampu operasi lima unit di sana sekarang. Harapan kita, begitu masuk, peralatan operasi sudah bisa digunakan. Kalau untuk peralatan medis lainnya seperti mesin anastesi UGD, tempat tidur, kita gunakan peralatan lama dari rumah sakit lama. Kita bertahaplah,” tambah dr Tutut.

Tutut menambahkan, rumah sakit yang direncanakan menjadi rumah sakit termegah di Sultra ini masih membutuhkan dana sekitar Rp 4 miliar.

“Kita masih butuh tambahan anggaran sekitar Rp 4 miliar lagi tahun ini, untuk merampungkan ruangan bagian depannya. Kalau dengan ruangan bagian belakang, ya kita butuh anggaran sekitar Rp 12 miliar. Jika tambahan anggaran ini ada, maka target kita akhir tahun 2016, seluruh pembangunan RS modern ini akan rampung,” pungkas Direktur RSUD Raha ini.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Muna, La Ode Diyrun SE mengaku, sudah turun kelapangan mengecek langung progress fisik pembangunan rumah sakit tersebut.

“Saya sudah lihat progresnya, ternyata belum kelar sama sekali. Apalagi bagian belakangnya..Dalam waktu dekat, kita akan pertanyakan di dewan apa sebab proyek ini tidak kelar dibangun meskipun anggaran yang tersedot begitu besar,” pungkas politikus Partai Golkar ini. (cr1/c/jie)

To Top