Kasuistika

Pemilik 71 Ekor Penyu Masuk DPO

 Kunjungan Kapolda Sultra Brigjenpol Drs Agung Sabar Santoso SH MH di tempat penyimpanan barang bukti penyu. (FOTO:KASMAN/ BERITA KOTA)

Kunjungan Kapolda Sultra Brigjenpol Drs Agung Sabar Santoso SH MH di tempat penyimpanan barang bukti penyu. (FOTO:KASMAN/ BERITA KOTA)

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menetapkan penyelundup 71 ekor penyu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Pemiliknya berinisial PA, kita sudah tetapkan sebagai DPO,” jelas Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Drs Agung Sabar Santoso SH MH, Rabu (20/4).

Pernyataan tersebut dikeluarkan saat jenderal polisi bintang satu ini, bersama beberapa pejabat utama Polda Sultra melihat penyu yang telah diamankan di Karamba milik H Arifin yang terletak di Desa Mekar Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe .

Menurut Agung, tempat penyimpanan satwa yang dilindungi tersebut sangat aman. Karena, pemilik karamba juga bersedia menjaga penyu-penyu tersebut.

Selain itu, orang nomor satu di korps baju coklat Sultra ini menambahkan, dirinya mengaku terkesan melihat langsung penyu-penyu yang berhasil diselamatkan tersebut. Karena, sebut dia, penyu berukuran besar diperkirakan bisa mencapai ratusan juta perekornya.

Diketahui, Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sultra bersama Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kendari, berhasil menggagalkan penyelundupan sebanyak 71 ekor penyu senilai Rp 1,06 miliar.

Penyu yang rencananya akan dijual ke Bali tersebut, diamankan di sekitar perairan Menui atau tepatnya di perbatasan Sultra dan Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (15/4) sekitar pukul 16.30 Wita.

Penangkapan itu bermula dari patroli yang dilakukan Ditpolair bersama DKP Kendari. Namun, sayang pemilik penyu, PA, berhasil melarikan diri, karena mengetahui kedatangan petugas.

Dari keterangan warga setempat penyu tersebut akan di jula ke Bali seharga Rp 15 juta perekornya. Aksi jual beli penyu yang dilakukan pelaku sudah berlangsung agak lama.

Caranya, pelaku membeli penyu dengan harga murah, kemudian kembali memasarkan ke Bali. Dan, jika ditotal harga seluruh penyu tersebut sebesar Rp 1.065.000.000 atau sekitar Rp 1,06 miliar.

Hingga kini penyu yang dilindungi Undang-Undang tersebut, telah diamankan di karamba milik H Arifin yang terletak di Desa Mekar Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. (kas)

To Top