Beranda

Pemberantasan Narkoba Lebih Efektif dengan Pendekatan Kultur

KENDARI, BKK – Wakil Wali Kota Kendari Musadar Mappasomba menilai, narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang (narkoba) tidak ubahnya seperti mengonsumsi makanan haram seperti babi dan anjing.

“Narkoba itu haram berlipat-lipat. Seperti makan babi dan anjing. Dalam Islam jelas diharamkan,” terang Musadar di Kantor Partai Demokrat (PD) Kota Kendari, Rabu (20/4).

Untuk itu, kata Musadar, kampanye melawan narkoba tidak hanya dilakukan dengan pendekatan struktural hukum. Menurutnya, harus ada pendekatan kultural melalui budaya dan agama.

“Kalau kita berhasil menyadarkan masyarakat dengan mengharamkan narkoba seperti babi dan anjing, itu yang lebih bagus. Pemberantasan narkoba sangat efektif dengan pendekatan kultural,” paparnya.

Ia melanjutkan, bedanya dengan narkoba dengan mengonsumsi anjing atau babi, kecanduan dan tidak kecanduan. Namun, bentuknya sama-sama haram. Untuk itu, salah satu kampanyenya adalah menggalakan barang tersebut adalah haram.

Ia mengaku, secara nasional Indonesia sedang darurat narkoba. Tidak terkecuali Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara (Sultra) secara umum. Namun, salah satu pendekatan memerangi narkoba adalah dengan kampanye haram.

“Bukan hanya Kendari. Tapi, Sultra secara keseluruhan rawan. Makanya, harus ada pendekatan struktural dalam bentuk penegasan secara hukum dan kultural dalam bentuk pencegahan,” bebernya.

Selama ini, kata dia, pemerintah telah mengetahui titik-titik peredaran narkoba di Kota Kendari. Hanya saja, kata dia, rupa narkoba itu selalu disembunyikan oleh pengedarnya.

“Kita punya BNNK (Badan Narkotika Nasional Kota) dan kepolisian yang mengungkap itu. Kita sebagai masyarakat ikut mengampanyekan dan perang terhadap narkoba ini,” pungkasnya. (pas/jie)

To Top