Nur Alam MUNDUR – Berita Kota Kendari
Headline

Nur Alam MUNDUR

Nur Alam

Nur Alam

KENDARI, BKK– Nur Alam akhirnya membenarkan kabar pengunduran dirinya dari perebutan kursi Ketua DPW PAN Sulawesi Tenggara. Dia ingin agar partai yang dibesarkannya selama 12 tahun itu dilanjutkan oleh kader-kader potensial.
Gubernur Sultra ini juga tidak membantah bahwa kini tersisa empat nama yang akan bersaing menggantikan posisinya. Mereka adalah Asrun, Umar Samiun, Kerry Syaiful Konggoasa dan Abdurrahman Saleh. Keempatnya merupakan ketua DPD PAN dan mantan formatur dalam Musyawarah Wilayah PAN Sultra.
Ditemui di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, Rabu (20/4), Nur Alam mengaku, hingga saat ini belum ada keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN. Hanya saja, kata dia, mulurnya keputusan DPP karena sedang mempertimbangkan empat nama kader tersebut.
“Jadi, kemungkinan yang terjadi di DPP akan menunjuk empat dari formatur. Di luar saya,” terang Nur Alam yang membuat pejabat di sekelilingnya kaget.
Menurut Nur Alam, ia memilih mundur dan tidak ingin melanjutkan perebutan pintu partai dengan kader-kadernya. Ia mengaku, sudah terlalu tua dalam memimpin partai.
“Tidak enak wariskan jabatan yang terlalu lama. Saya sudah tiga periode. Kalau nambah lagi, sudah empat periode,” katanya.
Nur Alam menyadari, keputusannya untuk mundur pasti sulit diterima oleh para pendukungnya. Diakuinya, sebagian besar kader masih menginginkannya memimpin partai.
Namun kader harus menyadari pula, ada aturan partai yang membatasi periode kepemimpinan. Aturan yang dimaksud Nur Alam adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PAN yang membatasi kekuasaan hanya dua periode.
“Silakan kader menyuarakan keinginnya. Tapi, kader juga harus ingat ada aturan partai. Aturan tersebut dibuat untuk menjamin adanya kaderisasi kepemimpinan serta kesinambungan organisasi,” ujarnya.
Soal siapa yang kelak menggantikan dirinya, Nur Alam menyerahkan sepenuhnya kepada DPP. Yang jelas, Nur Alam menganggap empat kader tersebut pantas menduduki kursi ketua PAN Sultra.
“Di mata saya, empat-empatnya memenuhi syarat,” jelasnya.
Nur Alam juga mengklarifikasi rumor bahwa dirinya menjegal Asrun dengan meminta DPP hanya memilih satu diantara tiga nama, yakni Syaiful, Umar dan Abdurrahman. Menurutnya, kata penjegalan itu terlalu kasar. Yang terjadi menurutnya hanya lobi-lobi politik. Apalagi, keputusan tetap ada di DPP.
“Menjegal itu tidak ada. Karena keputusan ada di DPP. Mekanisme komunikasi politik dalam organisasi politik adalah ikhtiar politik, bukan menjegal,” bantahnya.
Lantas bagaimana kalau Asrun jadi Ketua DPW PAN? Nur Alam mengaku tidak masalah. Begitu juga dengan ancaman sejumlah kader yang akan keluar dari PAN jika kelak Asrun menggantikan dirinya, Nur Alam menganggap itu tidak mungkin terjadi. Ancaman yang dilontarkan oleh sejumlah oknum kader disebutnya bersifat situsional.
“Saya kira tidak (yang akan mundur kalau Asrun jadi Ketua DPW PAN Sultra). Itu pernyataan mungkin situasional. Mereka semua kader yang baik yang akan setia dengan partainya,” urainya.
Kalau memang DPP merestui Asrun sebagai Ketua DPW PAN Sultra, semua kader harus menerima dengan lapang dada. Jangan sampai ada yang melawan keputusan itu sehingga mengakibatkan partai terpecah belah.
Lantas, ke mana Nur Alam jika tidak berkarir lagi di DPW? Nur Alam sendiri belum tahu. “Saya belum tahu. Belum tentu juga di pusat,” pungkasnya. (pas/b/aha)

To Top