Nasib Musadar di Pilwali Tergantung Demokrat – Berita Kota Kendari
Suksesi

Nasib Musadar di Pilwali Tergantung Demokrat

Musadar Mappasomba saat menyerahkan berkas pendaftaran di DPC Demokrat Kota Kendari. (Pandi/BKK)

Musadar Mappasomba saat menyerahkan berkas pendaftaran di DPC Demokrat Kota Kendari. (Pandi/BKK)

KENDARI, BKK – Wakil Wali Kota Kendari Musadar Mappasomba menggantungkan nasibnya di Partai Demokrat untuk maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari.

Dari 11 partai yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Musadar hanya mendaftar di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Demokrat. Khusus PKS, Musadar adalah kader tulennya. Sehingga, bisa dipastikan kalau partai berjargon Islam ini mengusungnya.

Terlebih, di PKS sendiri, baru Musadar yang gencar melakukan sosialisasi. Sekarang, nasib Musadar tinggal digantungkan di Demokrat. PKS dan Demokrat, sama-sama memiliki empat kursi. Bila Demokrat lepas, Musadar bisa pupus menatap Pilwali Kendari.

Ditemui usai mendaftar di Partai Demokrat, Musadar mengaku, punya kesejarahan panjang dengan Demokrat. Di dua pilkada lalu, PKS dan Demokrat sama-sama mengusung Asrun-Musadar.

“Selama dua tahun sejak awal periode pertama, Demokrat dan PKS sudah berkoalisi. Begitu pula periode kedua. Periode ketiga ini kita lanjutkan,” kata Musadar, Rabu (20/4).

Musadar menegaskan, dirinya hanya berharap kepada Demokrat sebagai pelengkap kursi PKS. Total kursi yang harus disiapkan paslon dalam Pilkada Kota Kendari adalah tujuh kursi.

“Saya tidak mendaftar di partai lain. Hanya PKS dan Demokrat. Kalau bersatu, menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan ke depannya,” paparnya.

Dengan mengorek kesejarahan itu, Musadar optimis Demokrat bisa mengusungnya lagi. Ia berharap, kekompakan Demokrat dan PKS dilanjutkan dan disempurnakan pada Pilkada 2017.

Saat ditanyakan kemungkinan dirinya tidak dapat Demokrat, Musadar menjawab politis. Menurutnya, kalau tidak dapat, konstalasi poltik nanti dilihat lagi.

“Politik itu dinamis. Akhir politik bisa berubah pada saat KPU (Komisi Pemilihan Umum) menentukan,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, Demokrat dan PKS sama-sama mengusung dirinya untuk maju Pilwali Kendari.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris I Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD Kota Kendari Bobby Razak mengatakan, pihaknya sangat terbuka dengan semua partai besar untuk berkoalisi. Hanya saja, kata dia, figur yang dimunculkan partai besar belum ada yang jelas.

Menurut Bobby, baru PKS yang memajukan calonnya secara jelas. Yakni, Musadar Mappasomba yang saat ini dipastikan hanya mendaftar di PKS dan Demokrat.

“Konstalasi partai besar lain belum jelas. Yang baru jelas, itu PKS. Kalau bicara peluang, Demokrat berpeluang besar koalisi dengan PKS,” kata Bobby Razak.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya sudah berkomunikasi aktif dengan PKS mengenai koalisi tersebut. Terlebih, kata dia, PKS dan Demokrat memiliki ideologi yang sama. Pada Pilkada lalu, PKS dan Demokrat satu koalisi mengusung pasangan Asrun-Musadar.

“Kita berharap, periode kemarin dilanjutkan sampai ke depan,” ujarnya.

Bila PKS dan Demokrat berkoalisi, urai dia, sudah memenuhi 20 persen syarat Undang-Undang untuk mengusung calon. Di DPRD Kota Kendari, PKS memiliki empat kursi dan Demokrat empat kursi juga.

“Sehingga, kalau ditotalkan kita sudah delapan kursi. Sudah memenuhi syarat untuk mengusung calon,” urainya. (pas)

To Top