Jaksa Endus Tersangka Baru – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jaksa Endus Tersangka Baru

KENDARI, BKK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari kembali membidik satu nama tersangka, dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Kendari 2012.
Satu nama yang dilirik itu adalah mantan atasan langsung bendahara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari berinisial UY. Hanya saja untuk memastikan itu, penyidik masih menunggu hasil pengembangan penyidikan.
“Kami sudah periksa UY. Tidak menutup kemungkinan dia jadi tersangka. Tergantung, kalau dia nikmati uangnya, pasti kena juga. Kalau dia pemilik tanda tangan itu, ” terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari Andi Rumpang SH MH, melalui kepala seksi intelijen (Kasintel) Indra SH, Rabu (20/4).
Diungkapkan, dalam pemeriksaan itu, pihaknya mempertanyakan bukti kuitansi senilai Rp 125 juta yang tertera namanya UY.  Karena, dalam agenda sidang putusan Purbatin Haddi sempet mencantumkan bukti baru kuitansi.
Namun, dalam pemeriksaan UY tidak mengakui tanda tangan yang ada pada kuitansi tersebut, meski namanya tercantum.
“Saat dilakukan pemeriksaan, UY tidak mengakui bahwa tanatangan yang tertera dalam kuitansi tersebut adalah tandatangannya, ” ungkap Indra.
kendati demikian, tegas dia, bukti terbaru itu masih menjadi materi jaksa dalam mengembangkan kasusnya.
“Pokoknya kita lihat dipersidangan nanti. Pasalnya Syam juga tak mau akui itu tanda tangan milik siapa yang tertera dalam kuitansi, ” sambungnya.
Seharusnya kata Indra, Syam harus mengetahui asal muasal duit tersebut. Pasalnya, bukti kuitansi itu didapatkan di laci mejanya.
Karena Syam pernah memalsukan tanda tangan mantan bendaharanya secara fiktif, dengan bebarapa pertanggungjawaban kegiatan. Namun, lagi-lagi Indra mengatakan, semuanya dapat dilihat dari fakta sidang.
“Yang jelas itu ada tanda tangan UY, karena dalam kuitansi juga tertera nama UY,” ujarnya dengan nada yakin.
Di tempat terpisah, UY, membantah bahwa tandatangan yang tertera dalam kuitansi tersebut adalah miliknya. Ia merasa tanda tangan tersebut dipalsukan dengan menggunakan namanya.
“Saya memang sudah diperiksa jaksa. Tetapi saat pemeriksaan tidak terbukti kalau itu tanda tangan saya. Pasti dipalsukan itu tanda tangan dengan memakai nama saya,” bantahnya, saat dikonfirmasi melaluitelepon selulernya. (p5/b/kas)

To Top