DPO Tersangka Narkoba yang Lari dari RS Tahun Lalu Berhasil Dibekuk – Berita Kota Kendari
Kasuistika

DPO Tersangka Narkoba yang Lari dari RS Tahun Lalu Berhasil Dibekuk

KENDARI, BKK – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kendari berhasil menangkap tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu, yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama satu tahun.
Adalah Arfan (26) ditangkap di rumahnya di Gunung Potong Kelurahan Kadia Kecamatan Kendari Kota Kendari, Rabu (20/4) sekitar pukul 15.30 Wita. Dalam statusnya sebagai DPO, Arfan masih tetap menjadi pengedar sabu-sabu.
Pria beranak tiga dari dua istri ini pernah ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kendari pada April 2015. Kala dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Bahteramas Kendari untuk menyembuhkan lika tembak pada lutut, Arfan berhasil melarikan diri melalui bantuan teman-temannya.
Kemudian pada 28 Februari 2016, Arfan kembali dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun, lagi-lagi berhasil melarikan diri dalam keadaan tangan terborgol.
Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Kendari Komisaris Polisi (Kompol) Febri mengatakan, saat hendak ditangkap Arfan sempat berusaha melarikan diri di atas plafon dan atap rumah. Bukan hanya itu, bahkan petugas yang melakukan penangkapan sempat dilempari batu oleh warga sekitar.
Penangkapan yang dipimpinnya itu tambah
“Polisi sempat dilempari sama warga sekitar. Warga melindungi dia (Arfan, red),” beber perwira polisi dengan satu melati di pundak ini, saat ditemuai di Mapolres Kendari, kemarin.
Meski mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari beberapa warga sekitar, namun polisi tidak mundur dan tetap berusaha melakukan penangkapan. Bahkan, Arfan sempat ditembak.
Untungnya, tembakan salah satu anggota dengan menggunakan revolver itu meleset. Arfan lari dari kepungan petugas, namun sayang kayu balok yang dilepmparkan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Abeli Inspektur Polisi Dua (Ipda) Rudika mampu membuat tersangka jatu dari atap rumah.
Akibatnya, Arfan mengalami luka pada bagian kepala. Sehingga, sebelum diserahkan ke satnarkoba, Arfan terlebih dahulu di bawa di klinik depan Polres Kendari untuk dilakukan penjahitan luka.
Di tempat yang sama Kapolsek Abeli Ipda Rudika mengurai, keberhasilan penangkapan Arfan bermula dari anggotanya yang melakukan penangkapan tersangka pengedar sabu-sabu di wilayah hukumnya, yakni Kecamatan Abeli.
Tersangka tersebut bernama Ifan. Dari tangan tersangka yang saudah mendekam di sel tahanan Mapolres Kendari ini, polisi menemukan barang bukti sabu-sabu seberat 1,5 gram.
Tersangka Irfan mengaku barang haram tersebut didapat dari Arfan. Sehingga, dari pengembangan itu, beber Rudika, pihaknya berhasil melacak persembunyian Arfan.
Melalui kordinasi dengan semua unsur Polres Kendari. Mulai dari petugas narkoba, reserse kriminal (reskrim), intel, dan sabhara, akhirnya Arfan berhasil diciduk di kediamannya.
“Itu berwal dari penangkapan pengedar narkoba yang kami tangkap beberapa hari lalu (Irfan, red),” kata polisi yang akrab disapa Rudi ini.
Selain mengamankan tersangka, pihaknya juga turut menyita uang tunai sebesar Rp 8,7 juta. Uang itu diduga hasil penjualan sabu seberat lima gram.
Sementara, tersangka Arfan menjelaskan, pelariannya di RSUP Bahteramas setahun lalu dibantu oleh delapan temannya. Diantaranya, Dani, Fikar, dan Yoga.
Kala itu sekitar pukul 03.00 Wita dirinya sedang tidur, tiba-tiba Dani dan kawan-kawan menjemputnya lewat jendela RS. Diangkat dan dibawa menju senuah mobil yang telah disiapkan.
Lalu, diantar di Baruga, tepatnya di rumah Yoga yang tidak lain sebagai juru parkir di RSUP Bahteramas.
“Saya tidak lari, tapi saya dijemput oleh Dani. Baru dibawa di rumahnya Yoga,” uarainya.
Arfan mengaku, menjadi buronan polisi, dirinya juga terus melakukan penjualan sabu-sabu dengan paket lima gram. Itu dilakukannya, untuk membeli susu ankanya.
“Saya jual paket-paket kecil untuk membeli susu anaku,” ujarnya dengan nada santai. (kas)

Click to comment
To Top