Lingkar Sultra

Warga Dawidawi Gotong Royong Bersihkan Sampah Seluas 2 Hektare

Lurah Dawidawi Yusri dan masyarakat berdiri di eks tumpukan sampah yang menggunung dan bau yang belum sepenuhnya terangkat semuanya. (Foto: Armin/BKK)

Lurah Dawidawi Yusri dan masyarakat berdiri di eks tumpukan sampah yang menggunung dan bau yang belum sepenuhnya terangkat semuanya. (Foto: Armin/BKK)

semuanya. (Foto: Armin/BKK)

KOLAKA, BKK – Tumpukan sampah yang sudah membusuk di samping panggung terbuka Kelurahan Dawidawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, akhirnya teratasi setelah lurah dan masyara

kat menimbun dan mengangkat sampahnya.

Persoalan sampah di sana memang hal yang tidak bisa terselesaikan. Masyarakat selalu membuang sampah di tepi laut, ataupun tanah kosong, hingga menimbulkan bau menyengat dan banjir ketika hujan akibat saluran tersumbat.

Menjelang perayaan HUT Sultra ke-52 yang dipusatkan di Kolaka, membuat kesadaran masyarakat Dawidawi muncul, ditambah motivasi yang diberikan Lurah Dawidawi, Yusri.

Dengan kebersamaan, meski hujan, masyarakat membersihkan sampah seluas dua hektare, sekaligus menimbun sampah menggunakan slag (sampah nikel), serta membuka saluran air dan dialirkan menuju laut.

“Sebelumnya sampah di sini menggunung dan bau, sehingga kalau hujan menimbulkan banjir. Makanya masyarakat sini mengeluh dan mengaduh ke kami,” kata Yusri, ditemui Jumat (15/4) sore.

Tokoh masyarakat Dawidawi, H Arham dan Lawao, mengungkapkan, sejak dulu masyarakat sekitar mengeluh dan mengadukan persoalan sampah pada pemerintah setempat, tapi tidak mendapat respons. Barulah pada kepimpinan Yusri, sampah terangkat setelah mereka gotong-royong selama sepekan.

“Kami masyarakat turun mengangkat sampah karena lurah kami mengangkat sampah. Masa kami mau lihat-lihat lurah kerja sendiri,” kata H Arham.

Arham dan Lawao mengaku banyak yang telah dilakukan Yusri dalam membangun Dawidawi, hingga mereka ikut membantu, meski mantan kepala lingkungan III selalu melaporkan yang tidak-tidak ke bupati‎ dengan mengatakan masyarakat dawidawi tidak suka Yusri.

“Kami mau sampaikan supaya Bupati tidak serta merta menerima laporan mantan kepala lingkungan III yang selalu melapor yang tidak-tidak terkait lurah kami,” tegas Arham. (cr3/c/jie)

To Top