Penyalah Guna Narkoba di Sultra Didominasi Generasi Muda – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Penyalah Guna Narkoba di Sultra Didominasi Generasi Muda

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba) saat ini sudah menjadi ‘bencana’ baru yang melanda Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah mencapai angka mengkhawatirkan.

La Ode Kasman Angkosono, Kendari

Di Sultra sendiri dari 2,4 juta penduduknya, 33 ribu orang telah terpengaruh dengan ‘serangan’ barang haram tersebut. Itupun masih dihitung dalam angka minimal dan angka maksimalnya bisa mencapai dua kali lipat dari jumlah tersebut, yakni sekitar 67 ribu penyalahguna.

Bila dihitung berdasarkan jumlah paling rendah penyalah guna, dari 33 ribu orang, jika mengonsumsi narkoba satu gram perbulan maka jumlah narkoba yang beredar di Sultra perbulannya mencapai 3,3 kilogram.

Daya tarik bisnis peredaran dan penggunaan narkoba telah memasuki hampir semua kalangan profesi. Dan, tak lagi memandang usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga orang tua sekalipun tak luput dari jeratan penyalahgunaan barang terlarang ini.

Lebih mengherankan lagi, ternyata penyalah guna di Sultra telah didominasi para generasi muda penerus bangsa. Data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra yang diklasifikasikan dalam tiga golongan, pelajar atau mahasiswa berada pada puncak tertinggi yang mencapi 65 persen. Kemudiam, pekerja 21 persen, dan rumah tangga sebesar tiga persen.
Bukti maraknya peredaran narkoba di Bumi Anoa ini juga diungkapkan terlihat dari data yang dirilis Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

Tidak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu Januari sampai Maret 2016, polisi telah mengungkap sedikitnya 72 kasus penyalahgunaan narkoba yang sebagian besar adalah jenis sabu-sabu. Dan, dari sekian kasus itu tersangka yang sudah diinapkan di balik jeruji besi adalah sebanyak 103 orang.

Melihat realitas ini sudah seharusnya kita mewek. Bagaimana tidak, generasi muda yang dipersiapkan menjadi tulang punggung untuk memajukan daerah bahkan bangsa ini sudah terperangkap dalam peredaran gelap narkoba.

Untuk mencegah itu, Polda Sultra bersama BNNP Sultra, dengan melibatkan berbagai pihak telah melakukan berbagai upaya agar dapat menekan laju peredaran gelap narkoba. Mulai sosialisasi pemahaman bahaya dan dampak narkoba di seluruh lapisan masyarakat hingga penindsakan hukum.

Bahkan, tempat yang diduga sebagai kantong-kantong masuknya narkoba yang melalui jalur darat, udara dan laut telah disantroni. Namun, lagi-lagi narkoba yang berasal dari Jakarta, Makassar, dan Surabaya tersebut masih terus masuk melalui jalur ‘tikus’.

Sementara sosialisasi gencar dilakukan dengan cara memberikan pemahaman mengenai dampak buruk yang ditimbulkan. Dimana, penyalahgunaan narkoba ini dapat menyebabkan ketergantungan, mengganggu sistem syaraf pusat dan dapat menyebabkan gangguan fisik, jiwa, sosial dan keamanan.

Kerugian yang ditimbulkan juga sangatlah besar. Kerugian terhadap pribadi sendiri dapat terlihat dari perubahan perilakunya, yang awalnya normal menjadi lebih pemuruh, pemarah, tidak peduli dengan sekitar hingga akhirnya akan menyakiti diri sendiri akibat gejala ketergantungan.

Bahkan, untuk memenuhi hasratnya agar kembali mengkonsumsi narkoba bisa dilakukan dengan cenderung melanggara hukum, seperti mencuri, merampok bahkan hingga membunuh sekalipun. (*)

Click to comment
To Top