Menunggu Hasil Sidang MK Soal PSU Muna – Berita Kota Kendari
Headline

Menunggu Hasil Sidang MK Soal PSU Muna

KENDARI, BKK – Hari ini, Senin (18/4), Mahkamah Konstitusi (MK) akan menyidangkan hasil pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Muna. Sidang diagendakan sekitar pukul 09.00 WIB atau pukul 10.00 waktu di sini.
Ketua KPU Sultra, Hidayatullah yang saat ini sudah berada di Jakarta menjelaskan agenda sidang di MK hari ini adalah mendengarkan laporan termohon, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Muna dan keterangan pemohon dan pihak terkait tentang pelaksanaan PSU tiga TPS di Muna.
“Seluruh pihak sidang sudah siap memberikan keterangan di sidang MK besok (hari ini, red),” terang Hidayatullah.
Menurut dia, sidang hari ini belum ada putusan terkait siapa yang memenangkan Pilkada Muna. Putusan nantinya dikeluarkan MK setelah menyimpulkan keterangan dari berbagai pihak.
Dalam PSU ini, tim LM Rusman Emba-Malik Ditu (Rumah Kita) selaku pemohon. Sedangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna sebagai termohon dan pihak terkait adalah Panwaslu Muna serta LM Baharuddin-La Pili (Dokter Pilihanku), KPU Sultra serta KPU RI.
Sebelumnya, pihak Dokter Pilihanku melalui kuasa hukumnya Dr Abdul Rahman SH MH mengaku, akan membeberkan beberapa dugaan pelanggaran pada saat PSU. Namun, Rahman belum ingin menyebutkannya di media.
“Nanti kita akan uraikan pada saat pembacaan sidang nanti. Kita tidak bisa dahului sidang di MK,” kata Rahman kepada Berita Kota Kendari, Selasa (12/4).
Rahman menambahkan, dari hasil Pilkada 9 Desember hingga PSU kemarin pihaknya optimis Dokter Pilihanku adalah pemenangnya. Ia menyebut, dokter menang di dua kali pertarungan.
“Di Pilkada 9 Desember Dokter menang 33 suara. Selanjutnya, menang juga di PSU dengan selisih 1 suara. Jadi, total kemenangan kita 34 suara. Dokter ini menang. Saya yakin, dokter menang,” tekannya.
Menurut Rahman, hitungannya ini cukup beralasan. Pada putusan sela di MK kemarin, tidak ada regulasi yang mengatur tentang akumulasi suara secara keseluruhan di Pilkada 9 Desember dan PSU.
“Dalam putusan kemarin, tidak disebutkan adanya akumulasi suara. Penyelenggara hanya melaksanakan amar putusan MK untuk lakukan PSU,” terangnya.
Lebih lanjut, alas dia, hasil PSU yang terjadi di Pilkada Buton dan Konawe Utara (Konut) lima tahun silam, menjadi pelajaran bahwa yang dilantik adalah pemenang PSU.
“Pengalaman saya jadi kuasa hukum di MK, tidak ada regulasi akumulasi. Siapa pemenang PSU itu yang dilantik. Di Buton, PSU dua kali dan yang dilantik yang menang PSU. Begit juga di Konut,” bebernya.
Meski begitu, Rahman tidak ingin berspekulasi dan menanggapi klaim dari kubu lain. Menurutnya, semua pihak memiliki pandangan yang berbeda.
“Yang paling bagus tunggu saja hasil di MK. Karena, kalau saling klaim memang hak pemohon dan termohon. Kita tunggu putusan MK saja. Kami berharap, MK putuskan seadil-adilnya,” tuturnya.
Di tempat terpisah, kuasa hukum Rumah Kita LM Bariun SH MH mengaku, dalam sidang nanti pihaknya hanya akan menyampaikan pelaksanaan PSU dalam keadaan aman dan lancar.
Menurutnya, semua pihak tidak perlu berpolemikkan siapa yang menang. Sebab, kata dia, sudah jelas Rumah Kita yang menjadi pemenang.
“Adanya klaim dari pihak dokter, sebenarnya tidak ada polemik di sini. Sudah jelas ini siapa yang menang,” terang Bariun.
Belajar dari putusan PSU Kabupaten Teluk Bintuni, MK memutuskan bahwa ada terjadi pelanggaran pada pelaksanaannya. Untuk itu, kata dia, MK memutuskan hanya menghitung PSU yang tidak dilaksanakan PSU.
“Bintuni itu, ternyata dalam pelaksanaan PSU ada pelanggaran maka hasil PSU dizerokan saja dan dihitung yang sah saja,” bebernya.
Mengacu hal ini, bila ada pelanggaran terjadi di PSU Muna, maka yang dihitung hanya 318 TPS. Untuk tiga TPS-nya, tidak perlu dihitung.
“Kalau terjadi pelanggaran, akhirnya ditetapkan berdasarkan suara yang sah 9 Desember kemarin. Kalau itu dokter menganggap ada masalah di PSU, maka Rusman menang 94 suara,” jelasnya.
Ia menilai, kuasa hukum Dokter Pilihanku tidak paham persis sengketa ini. Menurutnya, kewenangan MK hanya melihat selisih bukan siapa yang menang di PSU.
“Tidak ada lagi diskusi lain. Sudah ditahu yang menang adalah Rumah Kita,” tekannya. (pas/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top