DPP PAN: Belum Ada yang Resmi – Berita Kota Kendari
Headline

DPP PAN: Belum Ada yang Resmi

KENDARI, BKK — Sekretaris Umum (Sekum) DPP PAN, Edy Suparno memastikan sampai sekarang DPP PAN belum memutuskan siapa yang akan menggantikan Nur Alam sebagai Ketua DPW PAN Sultra.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah rumor yang berkembang bahwa DPP sudah memutuskan menunjuk Kerry Saiful Konggoasa sebagai ketua baru PAN Sultra. “Belum ada yang resmi, kita tunggu saja,” kata Edy singkat.
Edy mengakui, pihaknya terus mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait masa depan DPW PAN Sultra. Masukan-masukan itu pun akan menjadi pertimbangan DPP dalam pengambilan keputusan.
“Nanti semua akan dipanggil sebelum diputuskan,” tuturnya.
Perebutan kursi Ketua DPW PAN Sultra yang terus berkepanjangan diduga akibat saling jegal antara kubu Nur Alam dan Asrun di DPP PAN. Kedua pihak berambisi merebut kursi ketua untuk kepentingan Pemilihan Wali Kota Kendari 2017 dan Pemilihan Gubernur Sultra 2018.
Rumor saling jegal antara kedua orang kuat ini sudah berembus di kalangan media sejak akhir pekan lalu. Baik pihak Nur Alam maupun Asrun dilaporkan telah menemui pihak DPP PAN secara terpisah.
Nur Alam yang tak lain Gubernur Sultra itu disebut-sebut sudah melakukan pertemuan dengan Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan, sepulang dari melaksanakan umrah.
Informasi yang didapatkan Berita Kota Kendari, saat bertemu dengan Zulkifli, Nur Alam membicarakan nasib PAN Sultra jika bukan dia lagi yang memimpin.
Ketua DPW PAN Sultra tiga periode ini pun meminta agar penggantinya berasal dari selain Asrun.
Ini berarti, Nur Alam menawarkan pilihan tiga nama, yakni Kery Syaiful Konggoasa, Umar Samiun dan Abdurrahman Saleh.
Ketiga nama tersebut merupakan pendukung Nur Alam dan saat ini memegang Ketua DPD PAN.

Pertemuan Nur Alam dengan Zulkifli tersebut dibenarkan oleh Ketua DPD PAN Konawe Selatan, Djainal. Menurut Djainal, Nur Alam bertemu dengan Zulkifli dan membicarakan masa depan PAN Sultra.
Dia pun mengakui Nur Alam sudah berbesar hati tidak lagi duduk di kursi nomor satu di partai tersebut. “Beliau ingin ada kaderisasi. Seperti itu komentarnya saat bertemu Pak Ketum (Ketua Umum). Begitu yang saya dengar dari Bang Zul,” kata Djainal yang pernah menjadi Ketua Tim Pemenangan Zulkfili Hasan pada pemilihan ketua DPP PAN beberapa waktu lalu itu.
Djainal juga tidak menyangkal jika dalam pertemuan tersebut, Nur Alam meminta agar DPP mempertimbangkan ketua baru dari tiga nama formatur. Namun dia membantahnya sebagai upaya penjegalan.
“Memang ada usulan seperti itu, tapi itu namanya usulan. Tapi kalau penjegalan, terlalu jauh orang mengartikan,” katanya saat ditemui di Rock Cafe, Minggu (17/4).
Menurutnya, sangat tidak logis jika Nur Alam ingin menjegal Asrun. Sebab saat ini, Asrun merupakan Calon Gubernur Sultra yang paling potensial untuk diusung PAN pada Pilkada Gubernur 2018 mendatang.
“Tak mungkin seperti itu. Itu sama saja Nur Alam sama mempermalukan dirinya sendiri. Masa anaknya sendiri dia bunuh. Sekarang, kalau bukan Asrun, siapa yang akan ditunjuk sebagai Cagub nanti,” paparnya.
Disinggung soal kesepakatan DPP PAN untuk menunjuk Kerry Saiful Konggoasa sebagai pengganti Nur Alam, Djainal memastikan rumor itu tidak benar. Dia menuturkan, beberapa waktu lalu, tiga formatur; Kery, Umar dan Abdurrahman bertemu dengan Zulkifli Hasan. Mereka, sebut Djainal, difasilitasi oleh salah satu pengusaha bernama Widi.
Dari pertemuan itu, kemudian berkembang isu bahwa DPP sudah menyetujui Kerry sebagai ketua baru DPW PAN Sultra. Isu inipun langsung dicek kebenarannya oleh Djainal dengan menelepon Zulkifli Hasan.
“Saya tanyakan soal pertemuan tersebut, Bang Zul mengiyakan. Tapi kata Ketum tidak ada keputusan apapun dalam pertemuan itu. Jadi sampai sekarang, belum ada penetapan DPP. Semua pihak masih menunggu,” katanya.
Di pihak lain, pihak Asrun juga dikabarkan sudah menemui pihak DPP. Pertemuan antara Asrun dan petinggi partainya berlangsung setelah pertemuan dengan kubu Nur Alam.
Namun tak ada dari pihak Asrun yang mau membenarkan pertemuan tersebut. Asrun yang merupakan Ketua DPD PAN Kendari enggan berkomentar dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada DPP.
(pas/a/aha)

Click to comment
To Top