Sopir Enggan Turunkan Tarif – Berita Kota Kendari
Beranda

Sopir Enggan Turunkan Tarif

1759354-sopir-angkot-di-kendari-masih-mogok-620X310Turunkan Dulu Harga Sembako, Oli dan Onderdil

KENDARI, BKK– Harga sembako, oli serta onderdil kendaraan yang tidak mengalami penurunan sejak diturunkannya harga Bahan Bakar Minyak masih menjadi pembenaran para sopir angkot di Kendari untuk mempertahankan tarif lama. Mereka menganggap selama komoditi-komiditi tersebut tidak mengalami perubahan, sopir pun enggan menurunkan tarifnya.
Seperti diketahui, Walikota Kendari sudah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 1542 tahun 2015 tentang Besaran Tarif Penumpang untuk Angkutan Umum dalam Trayek Wilayah Kota Kendari. SK yang keluar sebagai dampak dari penurunan harga BBM, menetapkan tarif angkot rata-rata Rp 4000 untuk umum dan Rp 3000 untuk mahasiswa dan pelajar.
“Bukannya kita tidak mau turunkan tarif. Tapi harga sembako tidak turun-turun. Kita cari uang untuk makan. Harga makanan itu tidak ada pengaruhnya dengan turunnya BBM,” kata Robi, salah seorang sopir angkot yang tengah ngetem di depan salah satu SMA di Kota Kendari.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang sopir dan juga kordinator lapangan Rute Wua-wua – Baruga, Bayu Hartono. Menurutnya, selama ini yang selalu jadi pertimbangan para sopir maupun pengusaha adalah biaya pemeliharaan kendaraan di samping sembako.
“Kalau harga sembako, oli dan spare part masih juga belum turun, harga tarif angkot juga jangan diturunkan,” katanya.
Ketua Organda Kendari, Rahmat Buyung saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Sabtu (9/4) mengimbau para sopir agar mematuhi keputusan pemerintah. Sebab keputusan tersebut sudah diambil berdasarkan kajian dan perhitungan.
“Jika sudah ditetapkan tarif harganya sekian dalam SK Wali Kota, maka tinggal dipasangkan stiker tarif angkutan setiap kendaraan angkot. Sopir harus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan”, jelasnya.
Dinas Perhubungan Kendari melalui Kepala Bidang Dinas Perhubungan Darat, Agus Sutarto juga menyatakan keputusan Pemkot tersebut sudah dikaji dengan cermat. Dia mengingatkan, jika tarif transportasi tidak turun, maka jangan harap harga sembako juga akan ikut turun.
“Dampak kenaikan dan penurunan harga BBM sangat mempengaruhi hubungan ekonomi dan kelancaran transaksi barang dan jasa, termasuk harga sembako. Sopir angkot harus taat aturan karena kita semua diatur oleh pemerintah,” ujarnya.
Berbeda dengan angkot, pengusaha taksi sudah bersedia menurunkan tarifnya. “Kami tidak ada masalah. Kami tinggal menunggu keputusan pemerintah dan tergantung kesepakatan para pengusaha taksi,” ujar Pengusaha Datracho Taxi, Haji Dachri saat ditemui di rumahnya, Sabtu (9/6).
Menurutnya, penurunan tarif taksi sudah dilakukan sejak turunnya BBM tahap pertama. Bahkan penurunan itu diprakarsai Datracho.
“Kami menurunkan sendiri tarif taksi karena masih banyak masyarakat yang tidak mau menggunakan taksi, alasannya tarif argonya mahal,” tambahnya. (P6/b/aha)

Click to comment
To Top