Pemkab Butur Pangkas 30 Persen Anggaran Fisik – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Pemkab Butur Pangkas 30 Persen Anggaran Fisik

Bupati Butur Abu Hasan (Tengah) didampingi Kadis Kelautan dan Perikanan Karia Jaya (Kiri) dan Camat Bonegunu (Kanan) saat meninjau keadaan petani

Bupati Butur Abu Hasan (Tengah) didampingi Kadis Kelautan dan Perikanan Karia Jaya (Kiri) dan Camat Bonegunu (Kanan) saat meninjau keadaan petani

Pembangunan Fokus pada Tiga Sektor

BURANGA, BKK – Dalam rangka mendukung pembangunan yang difokuskan pada tiga sektor, yakni, pertanian, peternakan, dan perikanan, pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) akan memangkas anggaran belanja fisik sebesar 20 hingga sampai 30 persen.

“Anggaran fisik akan saya bawah kesektor kemakmuran ini.  Pembangunan fisik biar lambat yang penting sektor yang  bersentuhan langsung dengan masyarakat bisa terpenuhi. Anggaran fisik bisa kita cari-cari di pusat,” kata Bupati Butur Abu Hasan, Sabtu (09/04).

Abu Hasan bergerilya ke lapangan menemui para petani, nelayan, dan peternak guna memperkuat basis informasi dan data real sebagai langkah menampung aspirasi masyarakat sehingga menjadi pendukung persentase di kementerian sebagai syarat mendapatkan bantuan dana APBN.

Menjadi seorang pejabat, kata mantan Kepala Biro Humas Pemprov Sultra ini, tidak cukup hanya duduk di meja yang ruangannya ber-AC. Tapi harus betul-betul bekerja dengan melihat dan mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat.  Sehingga, ketika setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) membuat program tidak semata-semata hanya untuk proyek dengan niat mengejar keuntungan.

“Berjalannya pembangunan semuanya tergantung kepada SKPD dengan buat program berbasis data dan kebutuhan masyarakat, bukan terkesan hanya untuk proyek. Makanya,  kita butuhkan pejabat yang pekerja yang sejalan dengan visi misi saya bersama Ramadio selama lima tahun kedepan,” tegasnya.

Selama turun lapangan, mantan Abu Hasan memperoleh beragam keluhan dan harapan masyarakat. Misalnya, keluhan para nelayan yang membutuhkan fasilitas tangkap ikan, tempat pengeringan dan bibit agar-agar yang berkualitas. Sama halnya dengan para petani yang juga membutuhkan alat-alat pertanian dan bibit unggul. Termasuk peternak sapi yang menbutuhkan bibit ataupun bantuan dana.

“Ini semuanya harus ada intervensi bantuan modal. Kita semua berjuang agar keluhan masyarakat secara pelan-pelan bisa diatasi. Yah semua Butuh usaha yang ekstra, tapi pasti ada hasi,”ujarnya. (k5/c/jie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top