Memancing Kesadaran dengan Setengah Lusin Telur – Berita Kota Kendari
Feature

Memancing Kesadaran dengan Setengah Lusin Telur

IDE KREATIF. Para aktivis Gerakan Cinta Kendari foto bersama usai melakukan aksi bersih di Taman Kota Kendari, Minggu (10/4). GCK menawarkan setengah lusin telur untuk ditukarkan dengan satu kantong sampah plastik. AISYAH/BERITA KOTA KENDARI

IDE KREATIF. Para aktivis Gerakan Cinta Kendari foto bersama usai melakukan aksi bersih di Taman Kota Kendari, Minggu (10/4). GCK menawarkan setengah lusin telur untuk ditukarkan dengan satu kantong sampah plastik. AISYAH/BERITA KOTA KENDARI

Aksi Peduli Lingkungan Gerakan Cinta Kendari

Tidak semua hasil besar harus dilalui dengan pengorbanan yang besar pula. Setidaknya, hal itu tercermin dari hasil yang diperoleh para aktivis Gerakan Cinta Kendari (GCK) dari aksi peduli lingkungannya di Taman Kota Kendari, selama dua hari, Sabtu dan Minggu (9-10/4).

Penulis : Aisyah
Kendari

Akhir pekan lalu, suasana di Taman Kota Kendari tak seperti biasanya. Sejak Sabtu pagi, puluhan orang bersama-sama membersihkan areal taman yang memang kerap dijejali sampah-sampah plastik yang berasal dari aktivitas makan minum pengunjung. Aksi ini berlanjut pada Minggu keesokan harinya.
Selama dua hari itu, aktivis GCK memang tengah melakukan bersih-bersih taman. Tak hanya mengerahkan anggotanya, GCK juga mengajak pengunjung dan warga sekitar untuk memungut sampah plastik yang berserakan di sekitar taman. Agar ajakannya menarik minat, mereka pun menawarkan imbalan setengah lusin (enam butir) telur untuk sekantong plastik sampah ukuran sedang.

Tawaran itu pun disambut antusias. Pada hari Sabtu lalu, warga beramai-ramai mengantongkan sampah plastik sehingga terkumpul sebanyak 50 kantong. Aktivis GCKmenghabiskan 300 butir telur untuk imbalannya.
Hari berikutnya, jumlah kantong plastik yang terhimpun lebih banyak lagi, yakni 65 kantong. Kali ini, 390 butir telur dikeluarkan dan dibawa pulang oleh masing-masing warga pengumpul.
Diantara para pengumpul sampah adalah Wa Ode Nisa. Nisa yang sehari-hari berjualan minuman ringan di Taman Kota Kendari mengaku tertarik karena ada imbalan enam butir telur untuk sekantong sampah.
Dalam waktu yang singkat, dia pun berhasil mengumpulkan sekantong penuh limbah pengunjung tersebut. Setelah menyerahkan kantong plastik hitam yang memang disiapkan oleh panitia, dia pun membawa pulang enam butir telur.
“Bagus kalau tiap minggu ada kegiatan begini. Karena di sini susah bersih. Pengunjung yang sudah olahraga biasanya meletakkan begitu saja botol minuman bekasnya,” kata dia.
Ketua GCK, Sabarullah mengaku sangat senang aksi tersebut mendapat sambutan dari masyarakat. “Meski untuk itu, kita masih harus pancing dulu dengan telur,” kata Sabarullah yang ditemui seusai aksi tersebut, Minggu (10/4).
Dia menjelaskan, pengadaan ratusan butir telur tersebut berasal dari dana patungan sesama aktivis GCK. Dengan jumlah anggota yang mencapai 140 orang, menghimpun dana pengadaan telur itu pun tidak sulit. Apalagi, para anggota GCK terdiri dari berbagai golongan, mulai profesional seperti dokter, politisi hingga warga biasa.
Sebelum aksi dilakukan, para aktivis sudah sepakat untuk menyasar ruang terbuka hijau sebagai titik aksi. Taman Kota Kendari pun dipilih sebagai langkah awal.
“Kita mulai dari RTH sebab di tempat ini banyak masyarakat yang menghabiskan waktunya dan tanpa sadar membuang sampah plastiknya sembarangan. Padahal sampah plastik itu susah terurai.    Selanjutnya, sampah plastik yang berhasil dikumpulkan selama dua hari itu akan diserahkan kepada pemulung. Dari tangan pemulung, sampah tersebut akan diserahkan lagi kepada pembeli yang kemudian akan didaur ulang. Dengan begitu, sampah plastik tersebut tidak akan berakhir di dalam tanah yang bisa menyebabkan kerusakan lingkungan di masa yang akan datang.
Dia berharap, aksi tersebut dapat menjadi contoh dan ditiru oleh komunitas lainnya. GCK sendiri berkomitmen untuk melanjutkan aksi itu di ruang-ruang terbuka hijau lainnya.
GCK sendiri baru terbentuk bulan lalu. Namun anggotanya telah mencapai 140 orang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga oarang tua. Selain itu yang tergabung dalam kelompok ini juga terdiri dari berbagai profesi, mulai dari dokter, politisi hingga warga biasa.
Sabarullah pun mengajak warga untuk bergabung dengan kelompok tersebut. Apalagi, tidak dibutuhkan persyaratan yang muluk-muluk.
“Cukup memiliki komitmen peduli dengan lingkungan, silakan mendaftar. Langsung resmi menjadi anggota,” katanya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Abdul Rasak SP ditemui terpisah mengaku sangat salut dengan aksi tersebut. Bagi dia, sangat jarang ditemukan kelompok peduli lingkungan yang punya ide kreatif seperti itu.
“Saya sangat apresisasi kegiatan ini, dan ini memang perlu didukung untuk mewujudkan Kota Kendari yang bersih. Apalagi kita telah mendapat penghargaan Adipura Kencana,” jelasnya.
Ia juga mengharapkan, kegiatan ini bisa berlangsung secara terus menerus, walaupun dananya harus dikelola dengan mandiri. (a/aha)

Click to comment
To Top