Beranda

Hujan Sejam, Sejumlah Titik di Kendari Banjir

Banjir Kendari (2)#Puluhan Rumah Terendam

KENDARI, BKK – Hujan deras disertai angin kencang dan petir, Sabtu (9/4) sekitar pukul 13.00 Wita, menyebabkan banjir di beberapa titik di Kota Kendari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari Ali Aksa mengaku, hujan kemarin telah mengakibatkan genangan di tiga titik yakni, di Bundaran Tank Lepolepo, sekitar Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) dan Waterbom Lepolepo.

“Saya mendapatkan laporan di tiga titik itu. Sampai semalam, tim kami telah turun memantau,” terang Ali Aksa melalui telepon selulernya, Minggu (10/4).

Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari ini melanjutkan, soal adanya rumah yang tergenang banjir, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan laporan resmi berapa jumlahnya.

Namun, Ali mengakui, ada beberapa rumah tergenang.

“Ada laporan memang ada yang tergenang. Tapi, hingga saat ini belum ada laporan masuk. Soalnya, saya lagi di luar daerah. Teman-teman dari PU sempat jalan kemarin mengecek langsung,” katanya.

Ia melanjutkan, dari laporan PU, banjir di tiga titik ini diakibatkan tingginya debit air karena hujan deras. Di sisi lain, sebut dia, drainase tempat aliran air tidak menampung cukup banyak hingga akhirnya meluber ke jalan dan rumah warga.

“Kalau soal teknis penyebabnya, nanti ditanyakan kepada PU,” paparnya.

Soal penanganan selanjutnya, jelas dia, BPBD Kota Kendari akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Sepulang dari luar daerah, ujar Ali, pihaknya akn membicarakannya dan mendata jumlah rumah warga dan fasilitas publik yang terendam.

“Untuk penanganan selanjutnya, kita akan cek dulu data dari tim kami. Nanti, saya pulang, saya akan lakukan rapat dan bahas secara internal,” tuturnya.

Di tiga titik ini, banjir sering terjadi. Paling tidak, setelah hujan deras, rumah-rumah sekitar Waterboom atau di jalan masuk Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kendari arah By Pass, sering tergenang.

Sama halnya di Bundaran Tank Lepolepo. Di sini, aliran air dari arah Kabupaten Konawe turun mengalir di sini. Karena, drainase kurang lebar dan dalam, air meluber di rumah warga.

Salah satu warga Lepolepo yang tergenang rumahnya H Raya menuturkan, setiap hujan turun, rumahnya selalu tergenang. Air kiriman yang datang dari arah Lepolepo membuat kediamannya yang rendah selalu kebanjiran.

“Hampir setiap hujan rumah saya tergenang. Paling parahnya, pada 2013 lalu. Rumah saya tinggal atapnya kelihatan,” tuturnya. (r1/c/jie)

To Top