Suksesi

Fantastis, KPU Mubar Ajukan Anggaran Pilkada Rp 22 Miliar

LAWORO, BKK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna Barat (Mubar) mengusulkan anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 ke Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) sebesar Rp 22 miliar.

Anggaran ini cukup fantastis, jika dibandingkan dengan anggaran Pilkada Kabupaten Muna yang hanya Rp 19 miliar. Sebab, dari sisi jumlah penduduk dan luas wilayahnya, Muna Barat jauh sedikit dibanding dengan Muna.

Pada 9 Desember lalu, Kabupaten Muna memiliki wajib pilih sebanyak 162 ribu dengan 22 kecamatan. Sedangkan Mubar, wajib pilihnya saat Pemilihan Presiden (Pilpres) hanya 56 ribu, dengan hanya 11 kecamatan.

Namun, oleh KPU setempat, usulan anggaran sebesar itu sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 51 Tahun 2015.

“Acuan kami ini berdasarkan format pilkada dalam Permendagri itu,” terang Ketua KPU Mubar Almunardin SH belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Power ini berdalih, tingginya anggaran Pilkada Mubar melebihi anggaran Pilkada Muna karena anggaran Rp 22 miliar itu lebih banyak tersedot pada pembayaran honor panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS) dan kelompok kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) serta alat peraga kampaye (APK).

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) DPKAD Kabupaten Muna Barat Zakaruddin SE MSi mengaku, Pemkab Mubar wajib menyediakan dana pelaksaan pilkada. Namun jumlahnya, masih menunggu regulasi dari KPU RI, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Usulan Rp 22 miliar itu memang benar. Tapi, setelah usulan semua daerah atau kota se-Indonesia masuk ke pusat, diabaikan semua. Karena, tiga lembaga yaitu KPU RI, Kemenkeu dan Dedagri, masih membahas mengenai standar biaya untuk 101 daerah atau kota se-Indonesia yang menggelar pilkada serentak tahun 2017. Jadi, berapa anggaran pilkada di Mubar, kita tunggu dulu standar biaya yang dikeluarkan tiga lembaga tersebut,” kata Alumni Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada ini .

Zakaruddin melanjutkan, dari keterangan Ketua KPU Mubar awalnya anggaran hanya Rp 16 miliar yang akan diusulkan. Alasan Permendagri No. 51 Tahun 2015, anggaran meroket menjadi Rp 22 miliar.

” Katanya, ada kenaikkan honor penyelenggara. Usulan ini memang fantastis jika dibandingkan dengan kabupaten tentangga (Muna). Kabupaten Muna saat pilkada kemarin hanya mengusulkan Rp 19 miliar. Itu pun, menurut pihak KPUD Muna, dananya tidak habis,” terang Om Jek sapaan akrab Zakaruddin.

Selain menyiapkan anggaran untuk KPU, Pemkab Mubar ikut menyiapkan anggaran bagi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan keamanan.

“Mengenai jumlah anggaran, kita menunggu dulu standar biaya pilkada yang masih digodok,” pungkasnya. (cr1/c/r1)

Pilkada Muna             Pilkada Mubar

22 kecamatan             11 kecamatan

162 ribu pemilih             56 ribu pemilih

Rp 19 miliar            Rp 22 miliar

To Top