BBM Turun, Sembako Naik – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

BBM Turun, Sembako Naik

ok ft HL penjual sembakoDisperindag : Jangan Sampai Ulah Spekulan atau Penjual

KENDARI, BKK– Penurunan harga Bahan Bakar Minyak ternyata tidak selaras dengan kondisi kebutuhan barang kebutuhan pokok. Malah di tengah penurunan harga BBM, beberapa komoditi sembako malah naik harganya.
Dari pantauan Berita Kota Kendari, Minggu (10/4), harga minyak goreng kemasan maupun curah, gula pasir, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan. Harga minyak kemasan lima liter misalnya, naik dari Rp 59 ribu menjadi Rp 63 ribu. Hal yang sama juga berlaku untuk minyak goreng curah dari Rp 9 ribu perliter menjadi Rp 11 ribu per liter.
Salah seorang pedagang di Pasar Basah Mall Mandonga, Mustaking mengakui adanya beberapa komoditi sembako yang justru mengalami kenaikan harga setelah turunnya harga BBM. Selain minyak goreng, harga gula pasir naik dari Rp 13 ribu per kilo menjadi Rp 14 ribu per kilo.
“Bawang merah juga naik dari Rp 30 ribu per kilo menjadi Rp 50 ribu per kilo. Harga bawang putih juga agak mahal sekarang, sudah Rp 40 ribu per kilo. Sebelumnya hanya Rp 25 ribu per kilo,” ujarnya.
Beberapa komoditi sembako yang masih stabil diantaranya daging sapi yang tetap Rp 120 ribu per kilo dan telur ayam ras Rp 40 ribu per rak. Yang mengalami penurunan harga adalah cabai-cabaian. Cabai merah besar turun harga dari Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 40 rb per kilogram, cabai keriting dari harga Rp 60 rb per kilogram turun Rp 25 ribu per kilogram dan lombok kecil dari harga Rp 60 rb per kilogram menjadi 15 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang beras, Idin mengatakan harga beras tidak mengalami kenaikan harga karena stok beras masih cukup untuk melayani permintaan. Selama ini, harga beras memang tidak dipengaruhi oleh naik turunnya harga BBM.
Sebulan terakhir ini, pihaknya rata-rata melayani pembelian hingga 90 karung untuk beras lokal dan 100 karung untuk beras dari Selatan. Sejauh ini, stok beras dari distributor selalu tersedia sehingga tidak terjadi perubahan harga.
“Harga beras tergantung dari permintaan dengan stok yang tersedia. Biasanya terjadi kenaikan jika stok beras yang ada di pasar  kurang,” ujarnya.
Adapun harga beras masih stabil di kisaran Rp 8000 sampai Rp 8500 per kilogram. Tergantung jenis berasnya. Beras Ciliwung selalu lebih mahal dari beras yang disuplai oleh Bulog.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Syam Alam saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya menanggapi kenaikan harga sebagian kebutuhan pokok tersebut. Dia berjanji akan segera melakukan pengawasan.
Menurutnya, beberapa jenis sembako bisa saja naik harganya karena beberapa hal. “Naiknya harga sembako jenis minyak, gula dan bawang di pasaran bisa jadi ulah spekulan atau penjual. Itu bisa dilakukan dengan mengurangi pasokan jika diketahui permintaan sedang tinggi,”ungkapnya. (P6/aha)

To Top