Beranda

Antisipasi Masuknya Narkoba di THM, Arokap Gelar Penyuluhan

 Suasana penyuluhan narkobakepada para pengelola THM yang diselenggarakan Arokap Kendari bekerja sama dengan Coyotes KTV dan Lounge. Dari kiri ke kanan, Arifan Graha, Kombespol Fauzan, AKBP Sumarto, dan AKBP Agung Ramos. (FOTO:KASMAN/BKK)

Suasana penyuluhan narkobakepada para pengelola THM yang diselenggarakan Arokap Kendari bekerja sama dengan Coyotes KTV dan Lounge. Dari kiri ke kanan, Arifan Graha, Kombespol Fauzan, AKBP Sumarto, dan AKBP Agung Ramos. (FOTO:KASMAN/BKK)

Karyawan Akan Dipecat Jika Ketahuan Menggunakan
KENDARI, BKK – Asosiasi Rumah Makan Karaoke dan Pub (Arokap) Kendari, bekerja sama dengan Coyotes Karaoke Televisi (KTV) dan Lounge menyelenggerakan penyuluhan anti narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba) pada pengelola tempat hiburan malam (THM), Jumat (8/4).
Hal itu bertujuan, untuk mengantisipasi peredaran atau penyalah gunaan narkoba pata seluruh THM yang ada di Kota Kendari.
Pemateri yang diundang adalah Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Fauzan dan Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sumarto, serta Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional (Bagabinopsnal) Ditresnarkoba Polda Sultra AKBP Agung Ramos.
Acara yang berlangsung di Coyotes KTV dan Lounge ini, dipandu langsung Ketua Arokap Kendari Ulil Amry. Kesepmapatan pertama diberikan kepada Agung Ramos untuk memberikan pemaparan.
Di depan puluhan pengelola THM Ramos menyampaikan, dari 2,4 juta jumlah penduduk Sultra, 33 ribu orang telah menjadi pengguna. Dan, dari jumlah itu, jika dirat-ratakan menggunakan satu gram dalam sebulan maka narkoba yang beredar di Sultra mencapai 3,3 kilo gram sebulan.
“Warga Sultra yang menjadi pengguna sudah mencapai 33 ribu orang. Dan, jika memakai narkoba sebulan satu gram makan narkoba beredar di Sultra 3,3 kilogram sebulan,” terangnya.
Selanjutnya, AKBP Sumarto mengungkapkan, pada beberapa karyawan THM sudah ada yang dinyatakan sebagai pengguna. Namun, untuk penyelahgunaan masih perlu dibuktikan.
Dan, beber perwira polisi dengan dua melati di pundak ini, karuawan tersebut diketahui menggunakan di hotel. Hal itu, beber dia, terungkap dari hasil razia yang gencar dilakukan selama ini.
“Saya sudah punya data. Disitu ditau dari hasil razia rumah kos. Pada beberapa karyawan THM sudah ada pengguna. Karyawan menggunakan di hotel yang dikasih oleh tamunya. Namun persoalan penyalahgunaan masih perlu dibuktikan,” pungkas Sumarto.
Sehingga, untuk mempersempit ruang gerak para pengedar atau pengguna, pihkanya bersama dengan BNNP SUltra terus melakukan razia.
Sementara Kombespol Fauzan menuturkan, berdasarkan data BNNP Sultra, penyalahguna narkoba sebagian besar adalah pelajar atau mahasiswa, yakni sebesar 65 persen. Kemudiam, pekerja 21 persen, dan rumah tangga sebesar 3 persen.
Dalam kurun waktu dua bulan, pihaknya sudah mendaparkan tujuh laporan dari kasus narkoba (LKN). Padahal, BNN hanya menargetkan dua LKN dalam setahun.
“Sebenarnya kalau saya mau santai bisa saja, karena BNN hanya memberikan terget kepada BNNP Sultra dua LKN dalam setahun. Tapi kita tetap bergerak melakukan pencegahan dan pemberantasan,” ujarnya.
Menyusul hal itu, kata Fauzan, pihaknya akan menindak tegas para pelaku penyalah gunaan narkoba. Karena, berdasarkan surat edaran BNN sekecil apa pun barang bukti yang didapat akan tetap diproses hukum, bukan lagi direhabilitasi. Sementara, bagi pengguna yang positif, namun tanpa barang bukti akan tetap ditahan selama enam hari.
“Mau berapa pun jumlahnya kalau ditemukan barang bukti, tetap diproses. Itu surat edaran dari BNNP.  Tapi kalau tidak ada barang bukti, tetap ditahan enam hari,” jelas perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini.
Ditemui usai acara Sekretaris Arokap Kendari sekaligus penanggung jawab Coyotes KTV dan Lounge, Arifan Graha mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan agara THM tidak terlibat dengan penyalahgunaan narkoba.
“Bagaiman THM tidak terlibat dengan narkoba. Ini juga mengingat banyaknya karyawan-karyawan yang terjangkit narkoba saat razia, sehingga kita buat acara ini,” jelasnya.
Arifan menegaskan, dirinya akan memecat karyawannya, jika ketahun menggunakan narkoba. Dan, ia juga berjanji, akan selalu berkoordinasi dengan pihak penegak hukum, baik Polda Sultra maupun BNNP Sultra untuk memantau peredaran narkoba pada THM yang dipimpinnya. (r2)

To Top