Oknum Anggota DPRD Butur Mangkir dari Panggilan Polisi – Berita Kota Kendari
Suksesi

Oknum Anggota DPRD Butur Mangkir dari Panggilan Polisi

KENDARI, BKK – Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Utara (Butur) Herman Yanto alias Bobby, mangkir dari panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan illegal logging.
Sedianya, legislator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, kemarin diagendakan menghadap penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Belum diketahui secara pasti alasannya mangkir, namun melalui pengacaranya yang datang menyampaikan ke penyedik, jika Booby meminta waktu dua pekan ke depan untuk menghadiri pemeriksaannya sebagai tersangka.
Sayang, permintaan itu ditolak. Penyidik hanya memberikan waktu satu pekan, jika tidak menghadirinya maka akan langsung dikirimkan panggilan kedua dan kemungkinan akan disertai dengan surat perintah membawa atau yang familiar disebut penjemputan paksa.
“Hari ini (kemarin, red) dia (Bobby, red) belum menghadiri panggilan. Melalui pengacaranya, dia meminta waktu dua minggu baru akan menghadiri panggilan, tapi kami hanya beri waktu satu minggu saja. Kalau dia tidak hadir kita langsung kirimkan panggilan kedua, bila perlu disertai surat perintah membawa,” ujar Kepala Subdirektorat (Kasubdit) IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hartono SIK, Senin (4/4).
Diketahui, penyidik Tindak Pidana Tertebtu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra telah memeriksa beberapa orang yang dianggap paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
Di antaranya oknum anggota DPRD Butur Herman Yanto alias Bobby, oknum Dinas Kehutanan (Dishut) Butur yang menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), Marten; dan oknum polisi yang bertugas sebagai Komandan Pos Polair Butur, Darwis.
Disebutkan, Bobby adalah selaku pemilik kayu, Darwis berperan sebagai penyedia kapal untuk memuat kayu ilegal, sedang Marten dituduh melakukan pembiaran.
Ketiganya telah sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Terbaru penyidik Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra memeriksa Darwis, Jumat (8/1) lalu.
Petugas Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra melakukan penangkapan satu buah kapal KLM Cahaya Satriani GT 138 yang memuat 300 meter kubik atau 2.700 batang kayu, di Pesisir Pantai Pasir Putih Desa Damai Loborona Kecamatan Bone Gunu Kabupaten Butur, Rabu (25/11) sekitar pukul 06.00 Wita. (r2)

dua peken untuk menghadiri menghadap penyidik  telah memanggil oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Utara (Butur), Herman Yanto alias Bobby, untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan illegal logging.
Dalam panggilan tersangka tersebut, Bobby yang tidak lain legislator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) diminta menghadap penyidik pada 4 April 2016.
“Dia (Bobby, red) sudah dipanggil sebagai tersangka,” ujar Kepala Subdirektorat (Kasubdit) IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hartono SIK, Selasa (29/3).
Bobby dipanggil sebagai tersangka, jelas perwira polisi dengan dua melati di pundak ini, dilakukan setelah pihaknya menerima secara resmi surat izin dari Gubernur Sultra Nur Alam.
Hartono menyebutkan, kini kasus itu telah memiliki dua tersangka. Di mana sebelumnya, pihaknya terlebih dahulu menetapkan Kepala Kamar Mesin (KKM) KLM Cahaya Satriani bernama Ristang alias Sideking yang kini masih buron.
Diketahui, penyidik Tindak Pidana Tertebtu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra telah memeriksa beberapa orang yang dianggap paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
Di antaranya oknum anggota DPRD Butur Herman Yanto alias Bobby, oknum Dinas Kehutanan (Dishut) Butur yang menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), Marten; dan oknum polisi yang bertugas sebagai Komandan Pos Polair Butur, Darwis.
Disebutkan, Bobby adalah selaku pemilik kayu, Darwis berperan sebagai penyedia kapal untuk memuat kayu ilegal, sedang Marten dituduh melakukan pembiaran.
Ketiganya telah sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Terbaru penyidik Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra memeriksa Darwis, Jumat (8/1) lalu.
Petugas Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra melakukan penangkapan satu buah kapal KLM Cahaya Satriani GT 138 yang memuat 300 meter kubik atau 2.700 batang kayu, di Pesisir Pantai Pasir Putih Desa Damai Loborona Kecamatan Bone Gunu Kabupaten Butur, Rabu (25/11) sekitar pukul 06.00 Wita. (r2/c/iis)

To Top