LPPKU Warning KPU Sultra – Berita Kota Kendari
Suksesi

LPPKU Warning KPU Sultra

Soal PAW Dua KPU Konut

KENDARI, BKK- Lembaga Pemantau Pilkada Konawe Utara (LPPKU) mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) soal penunjukkan pengganti antarwaktu (PAw) dua anggota KPU Konawe Utara (Konut) yang dipecat.

Ketua LPPKU Abdul Safar mengatakan, KPU Sultra harus mengevaluasi kembali dua calon PAW KPU Konut. Sebab, nilai dia, Busran dan Muhammad Ilham yang masing-masing duduk di peringkat enam dan tujuh sudah tidak memenuhi syarat.

“KPU Sultra harus mempertimbangkan kembali keduanya. Sebab, mereka (Busran dan Ilham) bermasalah secara administrasi,” terang Safar di Kendari, Senin (4/4).

Safar menyebutkan, dugaan pelanggaran Busran adalah tidak mengantongi izin dari Bupati Konut Aswad Sulaiman.

“Dia (Busran, red) duduk di peringkat enam. Tetapi, tidak mendapatkan izin bupati,” sebutnya.

Sedangkan Muhammad Ilham, lanjut Safar, diduga telah memalsukan identitasnya. Ilham, sebut dia, merupakan warga Konawe dan sama sekali tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) di Konut.

“Harusnya, yang masuk itu orang Konut, bukan orang Konawe,” paparnya.

Untuk itu, kata dia, kedua nama tersebut untuk tidak diloloskan. Kalau pun KPU berani meloloskan, pihaknya mengancam akan melaporkan KPU Sultra ke KPU RI, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Kami minta KPU Sultra mempertimbangkan keduanya,” tekannya.

Di tempat terpisah, Ketua KPU Sultra Hidayatullah mengaku, sudah memproses rencana PAW dua anggota KPU Konut. Soal warning dari LPPKU, Hidayatullah mengaku akan mempertimbangkannya kembali.

“Sekarang, melengkapi administrasi semua. Kalau lengkap dan memenuhi syarat, kita akan proses,” jelasnya.

KPU, lanjut dia, tidak mau tahu soal tinggal di Konut atau tidak. Yang dibutuhkan KPU, sebut Hidayatullah, KTP aktif yang ada di Konut.

“Soal domisili tidak diakui. Yang diakui KPU hanya KTP. Tapi, nanti dilihat saja syaratnya. Kalau lengkap kita proses,” ujarnya.

Syarat yang harus dipenuhi calon PAW, sebut Hidayatullah, keterangan kesehatan, jiwa, negatif narkoba, PNS harus izin dari Sekretaris Daerah (Sekda), dan dosen izin dari rektor serta tidak pernah terpidana.

“Sepanjang semua terpenuhi, pasti memenuhi syarat. Berkasnya sudah ada, sekarang tinggal kita pleno dalam satu dua hari ini,” ujarnya.

Ia menuturkan, KPU tidak mungkin mengabaikan hak orang. Soal aspirasi, kata dia, nanti ditampung dan dilihat kembali.

“Kalau aspirasi benar, kita tindaklanjuti. Kalau tidak benar, kita akan berikan petunjuk,” tuturnya.

Dari peringkat enam sampai 10, KPU akan mengambil peringkat terbaik enam dan tujuh selama memenuhi syarat. Berdasarkan urutannya, Busran, Muhammad Ilham, Hardian, Yusna dan Sudomo. (r1/c/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top