Pendidikan

13 Siswa di Butur Tak Ikut UN

Ketgam:

Peserta UN di SMAN 1 Kulisusu saat tunggu soal dibagikan pengawas

Peserta UN di SMAN 1 Kulisusu saat tunggu soal dibagikan pengawas

BURANGA, BKK- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Kabupaten Buton Utara (Butur) dan Kota Baubau berjalan lancar.

Kepala Bidang Pendidikan Menegah (Dikmen) Pendidikan Nasional (Diknas) Butur La Ode Rais, Senin (4/4) mengatakan, tak didapatkan kendala teknis seperti adanya naskah soal yang buram atau robek.

“Hasil pantauan kita terhadap pelaksanaan UN di Butur, tidak ada kendala, berjalan lancar, aman dan tertib,” katanya saat memantau pelaksanaan UN di SMAN 1 Kulisusu.

Pada tahun ini, sebanyak 11 siswa dari SMA/MA dan 2 peserta dari sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tak ikut UN. Menurut Rais, peserta tidak ikut UN karena sudah putus sekolah dan meninggal dunia.

“Jadi, ujian sekolah yang dilaksanakan sebelumnya juga otomatis tak ikut,” terangnya.

Di Butur, jumlah siswa yang terdaftar sebagai peserta UN tahun sebanyak 941 orang . Sebanyak 851 siswa dari SMA/MA dan 90 siswa dari SMK.

Sementara di Kota Baubau, Wali Kota AS Tamrin turun langsung ke sejumlah sekolah memantau UN.

Sejumlah unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Pemkot Baubau juga terlihat hadir diantaranya, Ketua DPRD Baubau Roslina Rahim, Dandim 1413 Buton Letkol Rudi Ragil, Kepala Pengadilan Negeri Baubau, Danposal Baubau Lettu Laut (T) Dedi Kurnia, dan Kepala Dinas Pendidikan Baubau Drs H Masri MPd.

Selain memastikan kelancaran UN, kehadiran para pejabat di Kota Baubau itu juga sekaligus untuk memberikan motivasi kepada peserta UN agar mengerjakan soal-soal secara jujur.

Dari pemantauan di lima sekolah yakni SMAN 1 Baubau, SMKN 1 Baubau, SMAN 2 Baubau, SMAN 4 Baubau, dan SMAN 3 Baubau, wali kota menyebut seluruh naskah soal cukup, tidak ada yang rusak maupun kabur. Walikota juga menemukan beberapa siswa yang tidak ikut UN.

“Tapi sudah lama (tidak masuk sekolah), faktor urusan pribadi masing-masing. Tapi dimasukkan di berita acara pelaksanaaan UN ini,” tuturnya.

AS Tamrin berharap target kelulusan untuk tahun ini lebih meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, mencapai 100 persen. Namun yang paling penting dia berharap UN dapat berjalan lancar, tertib, dan jujur.

“Tapi lulus semua dalam konters kejujuran. Kalau lulus karena ada kecurangan, kita tidak inginkan seperti itu,” katanya. (k2-k5/c/r1)

To Top