BNNP Sultra Tangkap Enam Pengedar Sabu-Sabu – Berita Kota Kendari
Headline

BNNP Sultra Tangkap Enam Pengedar Sabu-Sabu

Kepala BNNP Sultra

KENDARI, BKK- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Sulawesi Tengga (Sultra) menangkap enam pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang sekama ini beraksi di Kota Kendari.

Keenam tersangka yang masing-masing berinisial AY, DY, AL, AL, HR dan RS ditangkap pada Kamis (31/3) sekitar pukul 22.00 Wita.

Penangkapan dipimpin Kepala BNNP Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Fauzan. Dari keenam tersangka diamankan barang bukti 13 paket sabu-sabu seberat 10 gram.

Dalam konfrensi persnya, perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini mengurai, terungkapnya enam orang pengedar narkoba itu bermula pria brinisial Yu warga Kemaraya, yang urinenya positif narkoba. Hanya saja pada Yu tidak diteemukan barang bukti.

Menyusul hal itu, petugas BNNP meminta Yu untuk mengungkap dari mana barang harap yang digunakan tersebut diperoleh. Ia pun membongkarnya, bahwa barang haram itu diperoleh dari perempuan berinsial AY.

“Kami kembangkan melalui Yu dan berhasil kami tangkap AY,” kata Fauzan, Sabtu (2/4).

AY ditangkap, hendak membawakan narkoba kepada pembeli di Jalan Lasolo. Saat sedang melakukan transaksi AY dibekuk tanpa perlawanan oleh petugas di bawah arahan Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP Sultra Ajun Komisaris besar Polisi (AKBP) Abdul Karim Samandi.

Saat dintrogasi dan diperiksa anggotanya menemukan satu paket sabu seberat sekitar lima gram. Hasil penyelidikan, diketahui AY ternyata dikontrol melalui telepone seluler oleh seorang pemilik sabu yang ada di Makassar.

“Jadi tersangka ini ibaratnya kurir tapi pengedar. Bandar besarnya itu ada di Makassar. Semua yang mau beli barang untuk diedarkan berkomunikasi dengan orang di Makassar dan barangnya AY yang bawakan. Jadi ditempel sabunya,” jelas Fauzan.

Dari AY kemudian berhasil menangkap lima tersangka lain. Setelah penangkapan itu, tim kemudian melanjutkan penggeledahan di rumah AY di Jalan Mekar. Dalam kamar AY, beber Fauzan, ditemukan layaknya pabrik pembungkusan bingkisan.

“Kami temukan satu buah mesin laminating, yang digunakan pelaku untuk mengepres sabu yang disimpan dalam plastik saset. Memang dia ini adalah pengedar besar juga di Kendari,” bebernya.

Selain enam tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lain, yakni uang tunai Rp 1 juta lebih, enam hp, beberapa lembar bukti transfer, karu anjungan tunai mandiri (ATM), satu buah mesin laminating, satu buah timbangan digital, ratusan bungkus plastik bening, dan satu buah dompet hitam.

Lebih lanjut Fauzan mengatakan, keenam tersangka yang telah mendekam di sel tahanan BNNP ini, dijerat Pasal Pasal 112 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara. (r2/c/iis)

Click to comment
To Top