Menterinya Tak Diundang, Kepala Kemenag Ngambek – Berita Kota Kendari
Headline

Menterinya Tak Diundang, Kepala Kemenag Ngambek

Kepala Kemenag Sultra, Moh Ali Irfan

Kepala Kemenag Sultra, Moh Ali Irfan

KENDARI, BKK– Kantor Wilayah Kementrian Agama Sulawesi Tenggara akhirnya angkat bicara seputar pernyataan Gubernur Sultra Nur Alam yang terkesan tak menginginkan kehadiran Menteri Agama RI, Lukmah Hakim Syaifuddin, pada acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat provinsi, di Kota Baubau.

Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Mohammad Ali Irfan pun mengaku sangat kecewa dan tersinggung terhadap pernyataan orang nomor satu di Sultra tersebut. Ali Irfan menegaskan, pernyataan itu seharusnya tidak pernah disampaikan sekalipun hanya kelakar.
Terlanjur kecewa, Ali Irfan tidak akan lagi memfasilitasi kedatangan Menteri Agama RI ke Sultra. Dia mengakui, karena MTQ tingkat provinsi digelar di Baubau, maka dalam hal ini Wali Kota Baubau yang harus mengundang menteri. Hanya saja, sampai saat ini dirinya belum pernah menerima informasi apakah Pemerintah Kota Baubau menginginkan menteri Agama datang atau tidak.
“Yang harus dipertanyakan bahwa kesiapan wali kota mengundang (Menag, red) benar atau tidak,” jelasnya.
Kalau pun wali kota memang mau mengundang, Ali Irfan menegaskan dirinya tidak akan memfasilitasinya.
“Sebagai Kanwil, saya akan menjaga nama baik menteri saya. Seandainya wali kota menghendaki (mengundang Menteri Agama), saya tidak akan melayani,” tegasnya.
“Saya tidak akan lobi Menag dan tidak berharap menteri hadir,” tambahnya.
Ali juga mengaku kesal dengan pernyataan bahwa kedatangan Menteri Agama RI merepotkan pemerintah daerah. Menurutnya, jika memang pemerintah daerah menganggap direpotkan, seharusnya serahkan saja kepada Kanwil setempat.
“Saya sangat sesalkan kalau disebut kedatangan menteri merepotkan. Menag adalah tamu negara yang harusnya difasilitasi Pemda. Siapa pun pejabat negara yang datang, apalagi menteri, maka Pemda harus siap repot,” jelasnya.
Dalam pandangan Ali Irfan, Lukman Hakim Syaifuddin adalah sosok pejabat yang sederhana, bersahaja dan tawadu. Masyarakat bisa melihat langsung kinerjanya yang nyaris tidak cacat. Begitupula dengan track recordnya yang bersih.
Karena itu, adalah sebuah kekeliruan jika tudingan merepotkan, apalagi mencari-cari popularitas, dialamatkan kepada Lukman Hakim. “Menteri agama tidak mencari-cari popularitas. Dia sudah terkenal karena bapaknya menteri agama pertama. Pak menteri ini luar biasa tawadu dan tidak minta apa pun (yang merepotkan pihak lain),” katanya. (r1/b/aha)

To Top