Konawe Garap Brand Beras Lokal – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Konawe Garap Brand Beras Lokal

OK ft Parinringi

KENDARI, BKK– Pemerintah Kabupaten Konawe mencoba untuk menggarap brand beras lokal. Hal ini dilakukan untuk membendung serbuan pembeli dari luar yang mengakibatkan minimnya pemasukan dari pajak petani.

Wakil Bupati Konawe, Parinringi menjelaskan, sebagai salah satu sentra penghasil beras terbesar di Sulawesi Tenggara, beras-beras dari Kolaka seringkali menjadi incaran para pembeli dari Sulawesi Selatan, terutama Sidrap. Mereka kemudian melabeli atau membranding beras Kolaka dengan brandnya sendiri.
Fenomena ini pun mendatangkan kerugian bagi Pemkab. “Setiap tahunnya kita mengalami kerugian kurang lebih Rp 7 miliar. Karena pemerintah daerah (pemda) tidak lagi melakukan pungutan pajak terhadap petaninya,” kata Parinringi.
Dia mengakui sulit membendung pembeli beras Konawe dari luar karena memang aturan yang resmi tidak membatasi besaran pembelian. Apalagi jika pembeli memiliki modal yang besar, para petani jelas akan melepas berasnya pada pembeli yang menawarkan harga tertinggi.
Untuk itulah, Pemkab kemudian berpikir untuk membranding beras Konawe untuk membatasi pembelian beras gelondongan. Saat ini, lanjut Parinringi, Bupati Konawe tengah mengurus brand untuk beras Konawe. Diakuinya, mengurus branding tidak sekadar soal nama, namun lebih pada pertanggungjawaban terhadap kualitas beras itu sendiri.
Selain itu, untuk mendukung pemberdayaan beras Konawe, pemerintah beserta perbankan, seperti Bank Sultra, BRI dan BNI akan menjalin kerja sama dalam hal permodalan. Dalam artian, bank-bank tersebut akan menjadi bapak angkat bagi para petani yang menjamin permodalan.
“Kami sisa mengawasi produk yang dihasilkan oleh para petani tersebut,” katanya.
Dia optimis kualitas beras Konawe bisa lebih ditingkatkan mengingat sarana dan prasarana pertanian yang sudah cukup mendukung. Salah satunya keberadaan pabrik beras yang dikelola oleh Dolog yang bisa dimanfaatkan oleh para petani.
Dengan begitu, Pemkab tinggal membuat regulasi yang akan membatasi pembelian beras Konawe dari luar. “Yang kita pikirkan sisa harga pembeliannya. Karena itu memang agak rumit. Jangan sampai pembeli dari luar sudah dibatasi, tapi ketika panen beras dari petani tidak bisa terserap. Kan kasihan juga mereka,” tandasnya. (m3/c/aha)

Click to comment
To Top