Komisi V DPR Perjuangkan Jembatan Bahteramas Sampai Selesai – Berita Kota Kendari
Headline

Komisi V DPR Perjuangkan Jembatan Bahteramas Sampai Selesai

ok ft HL jembatan bahtera mas

Ridwan Bae : Presiden Sempat Tolak Lanjutkan

KENDARI, BKK– Pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tenggara harus mendukung penyelesaian proyek Jembatan Bahteramas karena akan menjadi ikon utama provinsi. Dukungan tersebut musti diperjuangkan karena ada kabar bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak megaproyek itu untuk dilanjutkan pembangunannya.

Kabar tidak sedap ini datang dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ridwan Bae. Saat ditemui di Kantor DPD Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra), beberapa waktu lalu, Ridwan menuturkan bahwa megaproyek yang dibiayai APBN ini telah diusulkan kelanjutannya ke pusat. Hanya saja, kata dia, sempat ditolak oleh Jokowi dan Menteri Pekerjaan Umum (PU).
“Sebenarnya, pembangunan Jembatan Bahtermas itu, jangankan Menteri PU saat ini, Presiden pun sebenarnya menolak proyek tersebut,” terang Ridwan kepada wartawan.
Meski begitu, lanjut Anggota Komisi V DPR RI ini, proyek dengan anggaran Rp 729 miliar ini sudah terlanjur dianggarkan oleh KemenPU. Oleh karena itu, kata dia, mau tidak mau pembangunannya harus dilanjutkan.
Pertimbangan agar proyek ini dilanjutkan, sebut Ridwan adalah pemerintah pusat sudah menggelontorkan dana sekitar Rp 150 miliar di Tahun 2015 dan Rp 300 miliar di Tahun 2016. Total anggaran sebesar Rp 450 miliar itu biaya belanja bahan dan pembangunan awal.
“Pembayaran ganti rugi bangunan sudah dilakukan. Sehingga, mau tidak mau pembangunannya harus tetap berjalan dan tidak mungkin berhenti,” katanya mantan Bupati Muna dua periode ini.
Apalagi, jembatan yang melintasi Teluk Kendari ini sudah mulai diusulkan oleh Pemprov Sultra sebelum era Presiden Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Saat itu, pemerintah sedang gencar-gencarnya memaksimalkan pembangunan berskala besar. Proyek ini pun disetujui dan dianggarkan.
Pembangunan Jembatan Teluk Kendari ini sendiri sudah masuk tahapan sail investigasi atau penyelidikkan kondisi tanah tempat pemancangan fondasi jembatan. “Sebelum kita pasang fondasinya, maka kita selidiki. Dalamnya fondasi sekitar 40 meter,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Sultra La Ode Saidin, Senin (14/3).
Penancapan fondasi ini akan dimulai di tengah teluk atau di tiang pancang tengah (pilon). “Kita akan tancap di laut dulu baru di darat. Utamanya pilon tiang pancang tengah,” jelasnya.
Namun, kendala yang menghalangi pembangunan jembatan ini adalah adanya benda mencurigakan yang terdeteksi di Teluk Kendari. Dikhawatirkan benda mencurigakan tersebut adalah ranjau. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Angkatan Laut untuk menyelesaikan benda mencurigakan itu.
“(Kalau memang itu ranjau) meledakkan itu tidak semudah yang kita pikirkan. Ini sudah tugas dari Angkatan Laut. Membangun jembatan itu harus aman. Rencananya, pembersihan ranjau selesai bulan ini,” tuturnya.
Anggaran pembangunan Jembatan Bahteramas bersumber dari APBN. Total dana yang dibutuhkan untuk menuntaskan jembatan dengan panjang 1,3 kilometer ini sekitar Rp 750 miliar dengan sistem penganggaran multiyears (tiga tahun).
Akhir Desember 2015 atau sejak dimulainya proyek, proyek ini mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 150 miliar untuk belanja bahan konstruksi dan pembayaran uang muka kontraktor.
Pada tahun ini, Jembatan Teluk Kendari kembali ditambahkan anggarannya Rp 300 miliar oleh Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) tahun anggaran 2016. Sehingga, total anggaran yang sudah cair sekitar Rp 450 miliar atau masih kurang Rp 300 miliar. Rencananya, kekurangannya akan ditambahkan pada 2017 sebesar Rp 300 miliar.
Dalam pembangunan Jembatan Bahteramas ini, beberapa bagian dari bangunan tua di Kota Lama ikut ‘dikorbankan’. Rumah toko (ruko) di sekitar teluk diratakan karena masuk lokasi pintu masuk jembatan.
Setidaknya, Pemprov Sultra melalui Biro Pemerintahannya sudah berhasil merobohkan setengah dari 90 bangunan tua yang ada di Kota Lama. (r1/a/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top