Jaksa Kejari Kendari Diduga Terima Suap, Kejati Sultra: Tidak Benar – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jaksa Kejari Kendari Diduga Terima Suap, Kejati Sultra: Tidak Benar

KENDARI, BKK – Dugaan suap yang melibatkan oknum jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari ditanggapi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kendari Kendari La Haja SH diduga menerima suap  dalam kasus pemalsuan paspor. Laporan masuk di Ombudsman Republik Indonesia (Ori) Perwakilan Sultra.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Sugeng Djoko Susilo melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Janes Mamangkey SH menjelaskan, Rabu (16/2), setelah mendapatkan laporan dan hasil pemberitaan media, pihaknya melakukan pengecekkan terhadap pengirim surat yang mengatas namakan pihak Imigrasi.
“Baik sumber maupun isi informasi itu tidak dapat dipertanggung jawabkan. Alasannya, isi informasi tersebut bernama Suiman yang ngakunya bekerja di Kantor Imigrasi Kendari, dan beralamat di Jalan Abunawas. Namun setelah dilakukan pengecekkan, ternyata tidak ada nama si pengirim surat itu di Imigrasi, serta alamat yang dituliskan itu tidak ada,” jelasnya.
Janes Menambahkan, dalam surat itu si pelapor mengatakan dirinya mengenali Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Konawe, namun setelah pihak Kejati melakukan pengecekkan kepada Kadisdukcapil Konawe ternyata terbantahkan.
Terpisah, Kepala Subseksi (Kasubsi) Penindakan Keimigrasian Rusfian Efendi Amd Im SH saat ditemui diruangannya mengatakan, setelah dilakukan penelusuran, ternyata tidak ada pegawai Imigrasi yang bernama Suiman SH yang tidak lain adalah pelapor dugaan suap ke Ori Sultra.
“Yang bersurat kepada pihak Ori dengan mengatasnamakan Kantor Imigrasi itu bukan pegawai kami,” katanya.
“Mungkin orang yang bersurat itu dengan mengatakan adanya suap yang dilakukan pihak Kejari hanya mau menggagalkan proses hukum kepada warga negara asing (WNA) yang sedang kami tangani sekarang.”
Di lain pihak, dikonfirmasi melalui selulernya, Kepala Ori Sultra Aksah mengatakan, pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhukam) atas laporan adanya duagaan suap di Kejari itu.
“Dan setelah diklarifikasi, ternyata dugaan suap itu tidak betul,” jelasnya. (p5/b/iis)

To Top