60 Murid SD Kunjungi Situs Cagar Budaya – Berita Kota Kendari
Beranda

60 Murid SD Kunjungi Situs Cagar Budaya

Robongan siswa SD dalam perjalanan mengunjungi situs-situs cagar budaya yang a da dalam wilayah Kota Kendari. (Foto: Nirwan/BKK)

Robongan siswa SD dalam perjalanan mengunjungi situs-situs cagar budaya yang a da dalam wilayah Kota Kendari. (Foto: Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Sebanyak 60 murid Sekolah Dasar (SD) se-Kota Kendari, Rabu (16/03), mengunjungi situs cagar budaya yang ada di Kota Kendari. Dimana, kunjungan tersebut dipandu oleh Sudarso yang selalu memberikan pemahaman tentang situs cagar budaya yang ada di Kota Kendari.

Mereka mengunjungi situs-situs seperti makam Raja Sao-sao Bin Lamanggu, Pilbox yang terletak di TVRI, Terowongan (Bungker), Pilbox Polairud, rumah controleur Belanda I, Mortil Baterai Mata, dan Museum,” tuturnya.
Kepala Dinas (Kadis) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari, Makmur SPd MPd, mengatakan, kunjungan situs cagar budaya ini dilakukan untuk mengenalkan peserta didik tentang situs-situs budaya yang ada di Kota Kendari, dan dengan pengenalan itu diharapkan menjadi sumber pembelajaran atau media bagi peserta didik.
Kegiatan ini akan melibatkan seluruh siswa di Kota Kendari, mulai dari tingakatan SD, SMP, hingga SMA/SMK. Namun, untuk tahap perama baru murid SD yang dilibatkan.
Menurut Makmur, dalam kunjungan pertama, sebanyak 60 murid dari 20 SD yang ada di Kota Kendari. Masing-masing sekolah mengutus tiga perwakilannya.
Ia berharap, dengan adanya kunjungan tersebut, murid bisa melesatrikan cagar budaya yang ada di Kota Kendari sebagai peninggalan sejarah yang tidak ternilai. Sehingga bisa menjadikan cagar budaya sebagai sumber inspirasi dan juga pembelajaran.
“Yang menjadi latar belakang kami untuk menjalankan kegiatan tersebut adalah UU No 11 Tahun 2010 terkait dengan cagar budaya. Olehnya itu berdasarkan UU No 11 Tahun 2010 sehingga kami tertarik untuk melaksanakannya di Kota Kendari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua panitia kegiatan, Darwis, menambahkan tujuan kegiatan situs cagar budaya ini yaitu untuk melaksanakan pembelajaran contextual teaching and learning, menunjukan letak situs cagar budaya Kota Kendari, memperkenalkan kepada kepada peserta didik tentang situs cagar budaya dan nilai sejarah yang terkandung, serta untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai budaya lokal Kota Kendari.
“Hasil yang saya harapkan dari kegiatan tersebut yaitu terlaksananya contextual teaching and learning, mengetahui letak situs cagar budaya Kota Kendari, peserta didik lebih mengenal dan memahami tentang keberadaan situs cagar budaya dan nilai sejarah, dan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai budaya lokal Kota Kendari,” jelasnya.
Ia mengatakan, seluruh pembiayaan dalam kegiatan ini dibiayai oleh APBD Dikbud Kota Kendari Tahun 2016.
Darwis mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari yakni pada 16-19.
Pemandu rombongan, Sudarso, mengatakan dirinya sangat menghapkan agar pemerintah maupun masyarakat yang mengetahui akan adanya peninggalan sejarah ini bisa dilakukan perawatan, karena jujur saja dari ketujuh cagar budaya atau peninggalan sejarah yang dikunjungi semuanya tampak sangat tidak terawat.
“Seperti salah satu peninggalan sejarah mortil Baterai Mata yang sudah ada di Kota Kendari sejak masuknya Jepang ke Indonesia sangat tidak terawa, bahkan aksesnya sudah ditumuhi rumput yang cukup tinggi dan jalannya yang sangat sempit dan sudah rusak,” aku yang juga seorang guru SMA 9 Kendari ini.
Bahkan, sambung dia, warna mortil baterai mata ini sudah tampak sangat kusam. Untuk itu, dirinya sangat mengharapkan peran pemerintah untuk bisa memberikan perhatian khusus pada situs-situs peninggalan sejarah ini.
“Kami juga harapkan agar disetiap lokasi situs peninggalan sejarah ini dipasangkan seperti papan nama, agar masyarakat bisa mengetahui bahwa ditempat ini ada situs peninggalan sejarah,” tambahnya.
Salah seorang Guru SD 8 Kendari, Rofik Mustarom, mengatakan kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi pihak sekolah terutama bagi peserta didik. Sebab, dengan adanya kegiatan tersebut ada tambahan wawasan yang didapatkan oleh peserta didik, karena mereka bisa melihat dengan langsung peninggalan sejarah yang ada di Kota Kendari.
“Menurut saya manfaat lain dari kegiatan ini yaitu seluruh peserta didik mengikutinya dengan serius dan tidak merasa bosan dan mengantuk, karena disini peserta didik turun langsung dilapangan sangat berbeda dengan belajar didalam kelas,” tandasnya.
Salah satu Murid SD 8 Kendari, Dilla, mengatakan dirinya sangat senang dengan kegiatan seperti ini. Karena dirinya bisa berjalan-berjalan dan melihat peninggalan sejarah yang ada di Kota Kendari.
“Jujur selama ini saya tidak pernah mengetahui bahwa di Kota Kendari ada penggalan sejarah dari Jepang dan Belanda,” singkatnya. (m3/c/jie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top