Beranda

Satpol PP Tak Temukan Miras di Kendari Beach

KENDARI, BKK- Upaya pengawasan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap kafe remang yang ada di Kendari Beach, selama satu bulan tak membuahkan hasil.

Pasalnya, dalam upaya pengawasan tersebut, pihaknya tidak menemukan pelanggaran berupa penjualan minuman keras (miras) dan prostitusi.
“Selama operasi penertiban dan pengawasan yang kami lakukan selama satu bulan di sana, kita pernah temukan satu kali ada yang minum di dalam, tapi setelah kita interogasi, minuman tersebut ternyata dibawa dari luar, dan kita razia tidak ada miras lain di sana,” ujar  Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) Satpol PP, Aris Manda ditemui di ruangannya, Senin (14/3).
Untuk itu, lanjutnya, upaya penertiban yang akan dilakukan nanti, mengggunakan strategi baru. Jika sebelumnya pengawasan hanya sebatas pukul 23.00 Wita, akan dinaikan hingga 01.00 Wita dengan harapan bisa memberikan penekanan terhadap pelaku usaha sehingga tidak ada lagi laporan masyarakat atas prostitusi dan miras.
“Kalau kita naikkan waktu jaga disana, maka dapat memberikan penekanan terhadap pelaku usaha untuk tidak menyalah gunakan izin usahanya sebagai tempat kuliner,” bebernya.
Sementara itu, berdasarkan laporan masyarakat, Irianto (24), hampir tiap malam menjumpai bagian ujung Kendari Beach dengan kondisi lampu remang, dan banyak wanita paru baya dengan pakaian seksi duduk di depannya.
“Tempat tersebut merupakan kafe remang yang menjajahkan miras dan prostitusi, dan saya sering melihat hal itu hampir ditiap malam ketika kesana. bahkan, tidak jarang dari wanita yang duduk di sana memanggil orang yang lewat untuk masuk kedalam tenda. Jadi kalau Satpol PP tidak menemukan pelanggaran disana cukup keliru,” jelasnya.
Hal ini juga dibenarkan, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Subhan ST yang mengatakan, Kebi lebih dikenal sebagai tempat prostitusi dan miras dibandingkan tempat wisata kuliner seperti yang dicanangkan Wali Kota Kendari.
Persepsi ini, tentunya berdasarkan fakta, untuk itu komisi II mengupayakan pensterilan, salah satunya dengan meminta Satpol PP melakukan razia setiap malam. tetapi jika tidak ditemukannya pelanggaran, maka tidak mungkin ada keresahaan dimasyarakat.
“Kalau Satpol PP benar, lalu keresahaan masyarakat berarti tak beralasan, tetapi kalau keresahaan masyarakat benar maka kinerja Satpol PP perlu dipertanyakan,” pungkasnya. (m2/c/jie)

To Top