Mayat Wanita dalam Sumur di Konsel Ternyata Dibunuh Kekasihnya – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Mayat Wanita dalam Sumur di Konsel Ternyata Dibunuh Kekasihnya

KENDARI, BKK – Dalam waktu 2×24 jam, Kepolisian Sektor (Polsek) Basala berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap wanita bernama Sanawiya (30) Warga Desa Basala Kabupaten Konsel. Mayat Sanawiya ditemukan dalam sumur.

Pelakunya adalah pria bernama Appa yang juga warga Basala, merupakan kekasih korban sendiri.

Motif pembunuhan dari wanita tuna wicara itu diduga karena rasa cemburu. Misteri pembunuhan tersebut terungkap setelah jajaran Kepolisian Resor (Polres) Konsel berhasil menangkap tersangka, Selasa (15/3).

Kapolsek Basala Inspektur Polisi (Iptu) Jalil, yang ditemui saat olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Dokter Kesehatan (Dokkes) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari mengatakan, sebelumnya memang pihaknya telah mencurigai bahwa Sanawiya dibunuh.

Petunjuk itu didapatkan dari keterangan tante korban bernama Sengge, yang juga pemilik sumur tempat korban dibuang. Yang mana, ia mengatakan sebenarnya penutup sumur tersebut tertutup rapat dan susah untuk dibuka.

Namun, ironisnya, saat mayat korban ditemukan, Senin (14/3), penutup sumur menjadi gampang terbuka.

“Disitulah awal kejanggalan kami pertama. Kami coba kembangkan kasus ini dan kami mendapatkan informasi bahwa sebenarnya korban ini katanya dekat dengan seorang laki-laki bernama Appa ini,” jelasnya Jalil.

Menyusul hal itu, urainya, penyelidikan terus mengarah pada Appa. Setelah penangkapan dan dalam interogasi penangkapan Appa mengakui bahwa dirinya lah yang menghabisi nayawa kekasihnya tersebut.

“Memang hasil introgasi Appa mengakui bahwa dia yang membunuhnya,” beber Jalil.

Dikatakan, setelah penemuan mayat korban, pihaknya telah mengejar pelaku, namun karena Appa sulit ditemukan di kampung tersebut sehingga penangkapannya dilakukan menyeberang hari.

“Introgasi awal terhadap pelaku, korban dibunuh dengan cara dicekik. Namun, kami belum ditahu di mana lokasi pembunuhannya,” katanya.

Masih kata Jalil, kini telah mendekam di sel tahanan tahanan Mapolsek Basala. Pihaknya, kini masih melakukan pengembangan apakah pelaku merencanakan aksinya sebelum membunuh atau secara tiba-tiba.

Dengan demikian, kata Jalil, pihaknya sementara menjerat tersangka dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

Sementara itu, katua tim (katim) dokter pemeriksa RS Bhayangkara Kendari Komisaris Polisi (Kompol) Mauludin mengatakan, hasil autopsi ditemukan adanya tanda kekerasan berupa jari-jari dibagian leher yang jika disimpulkan korban dicekik.

“Ada tanda kekerasan itu di leher korban. Kami juga saat mendapatkan hasil itu sudah menyimpulkan bahwa korban dibunuh. Untuk hasil pemeriksaan ini kami akan serahkan ke Polsek untuk proses selanjutnya,” ujarnya.

Sahwi (40), orangtua korban yang ditemui di RS Bhayangkara Kendari mengatakan, dirinya sempat kaget ketika mendengar kabar kabar meninggalnya anaknya yang ditemukan dalam sumur.

Menurutnya, anaknya itu tidak memiliki masalah dengan siapa pun, karena mengalami kelainan yakni tuna wicara.

“Saya juga tidak tahu itu kenapa. Saya dari Baubau ini, ditelepon juga katanya anakku meninggal,” ujarnya dengan dengan berlinang air mata.

Masih kata Sahwi, anaknya tersebut tinggal bersama tantenya di Konsel. Karena, tantenya itu tidak mempunyai anak sepeninggal suaminya, sehingga ia menjadikan Sanawiya sebagai anak angkatnya.

“Memang bisu dari lahir. Kan dijadikan anak angkat ini. Sejak umur berapa bulan itu sudah tinggal mi di Konsel,” tutupnya. (r2/a/iis)

2 Comments
To Top