Kendari Masih Butuh Hotel Syariah – Berita Kota Kendari
Beranda

Kendari Masih Butuh Hotel Syariah

Samsuddin Rahim

Samsuddin Rahim

KENDARI, BKK – Sebagai pembanding atas merosotnya citra perhotelan, Kota Kendari butuh Hotel syariah yang aturannya berdasarkan syariah, guna menghilangkan persepsi masyarakat atas hotel sebagai tempat prostitusi.

Menurut Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Samsudin Rahim ditemui di ruangannya, Selasa (15/3), kepercayaan masyarakat atas hotel sebagai tempat menginap sementara, melakukan pertemuan bisnis, seminar, tempat berlangsungnya pesta pernikahan (resepsi), lokakarya, dan musyawarah nasional, sudah beralih fungsi.
Untuk tidak membiarkan hal ini berlangsung maka dianggap perlu adanya hotel pembanding, yang aturannya berdasarkan syariah. Tujuannya sendiri, selain mengembalikan fungsi hotel, juga memberikan rasa nyaman terhadap pengunjung.
“Kita butuh hotel yang bisa memberikan kenyamana pada pengunjung, sehingga kesan ketika kita berada di sana bukan untuk hal yang tidak benar, dan ini dibutuhkan di Kota Kendari,” ujarnya.
Nantinya, lanjut dia, melalui komisi II DPRD akan membantu menyukseskan program pembangunan hotel syariah, dan menerapkan aturan yang sama terhadap hotelhotel yang telah ada saat ini di Kota Kendari.
“Melalui komisi II kita akan usulkan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk menerapkan aturan syariah pada setiap hotel yang ada, seperti di daerah lain tempat kami kunjungan kerja beberapa waktu lalu, dan kalau perlu kita buat Peraturan Daerah (Perda) untuk penegasan,” tambahnya.
Senada dengan hal ini, salah satu tokoh masyarakat yang bermukim di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari, Margono juga menyatakan turut simpatik atas merosotnya citra perhotelan.
Seharusnya, kata dia, hotel tidak dimanfaatkan sebagai tempat prostitusi karena itu merupakan pelanggaran, tetapi hal itu terjadi akibat penerapan aturan yang lemah.
“Saya sepakat dengan keinginan DPRD yang akan membuat perhotelan menggunakan aturan syariah, sehingga fungsi hotel tidak disalah artikan,” terangnya.
Salah satu pengamat sosial, Khabirun SSos MHum menjelaskan, persepsi masyarakat atas citra hotel yang merosot bukan tanpa alasan, akhir 2015 lalu salah satu hotel megah pernah dimanfaatkan untuk praktek prostitusi dan berhasil diamankan pihak kepolisian.
“Swiss Belhotel salah satu contohnya namun itu bagian terkecil, karena masih banyak hotel kecil lain yang juga menjadi tempat praktek prostitusi akibat aturan yang tidak ketat. Untuk itu memang perlu adanya aturan syariah bagi setiap hotel untuk mencegah proses prostitusi,” pungkasnya.(m2/c/jie)

Click to comment
To Top