Bea Cukai Amankan 5.904 Botol Jenever Ilegal dari Makassar – Berita Kota Kendari
Beranda

Bea Cukai Amankan 5.904 Botol Jenever Ilegal dari Makassar

Pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea cukai (KPPBC) Kendari saat memperlihatkan tumpukan dos miras ilegal. (foto: Rudy/BKK)

Pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea cukai (KPPBC) Kendari saat memperlihatkan tumpukan dos miras ilegal. (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK –  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kendari berhasil mengamankan ribuan botol minuman keras (miras) ilegal yang berasal dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Miras dengan jenis jenever diselundupkan melalui jalur darat dengan menggunakan truk ekspedisi Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP).

Saat ditemui Selasa (15/3), Kepala Seksi (Kasi) KPPBC Kendari, Leonardo Samosir mengatakan, penangkapan itu berawal dari adanya laporan salah seorang anggotannya pada Jumat (12/2) lalu, yang mencurigai adanya barang seludupan di dalam truk ekpedisi. Setelah mendapat laporan itu, pihaknya melakukan penyidikan dengan membuntuti mobil ekspedisi tersebut, sampai berhenti di salah satu tempat persinggahan truk ekspedisi AKAP.
“Setelah truk itu berhenti, kita langsung menghampiri, tapi ternyata sopir beserta dua orang kerneknya langsung kabur. Setelah itu kita langsung tarik truknya ke kantor KPPBC Kendari, serta kami membawa satu orang saksi dari sana,” katanya.
Samosir menambahkan, setelah dilakukan pembongkaran terhadap seluruh isi truk, pihaknya menemukan sebanyak 492 karton miras atau sekitar 5.904 botol miras jenis jenever yang tidak disertai dengan pita cukai sebagai bukti pembayaran cukai Negara.
“Pelanggarannya tidak dilekati pita cukai dimana dia kategorinya golongan B, yang seharusnya sudah wajib dilekati pita cukai sebagai bukti kalau dia sudah bayar cukai ke Negara,” tambahnya
Masih kata Samosir, miras tersebut pihaknya telah menstatuskan sebagai Barang Dikuasai Negara (BDN). Untuk proses pemusnahan sendiri, pihaknya tengah menunggu persetujuan dari kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kendari.
“Untuk tidak lanjutnya kita sudah menscat Barang Milik Negara (BMN), ke kantor KPKNL untuk distatuskan pemusnahan. Karena kita tidak ada istilahnya, tidak mungkin dilelang karena itu melanggar aturan jadi harus dimusnahkan. Kita tidak tau siapa pemiliknya karena mereka langsung kabur, jadi istilahnya namanya barang hasil penindakan dari pelaku yang tidak dikenal” tutupnya.
Diperkirakan nilai barang tersebut mencapai Rp. 199.349.741 juta dengan taksiran kerugian negara mencapai Rp.109.814.400 juta. Sementara itu, untuk pasal yang disangkakan yakni pasal 54 Undang undang no 39 tahun 2007 tentang perubahan undang undang no 11 tahun 1995 tentang cukai. (p5/c/jie)

Click to comment
To Top