Bank Sultra Setor Deviden Rp 127 Miliar – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Bank Sultra Setor Deviden Rp 127 Miliar

KENDARI, BKK– Kepemilikan aset PT Bank Pembangunan Daerah atau Bank Sutra naik dibanding dengan tahun buku 2014. Hingga akhir tahun 2015, kepesertaan aset bank milik pemerintah daerah itu mencapai 4,6 triliun atau naik 30 persen dari pencapaian 2014 sebesar Rp 3,2 triliun.
Meningkatnya pencapaian Bank Sultra pun ikut menaikkan target deviden tahun buku 2015 ini menjadi Rp 127 miliar dari tahun buku 2014 sebesar 117 miliar.
“Kalau dividen pada tahun 2014 hanya mencapai Rp117 miliar, maka pada per 31 desember 2015 mencapai Rp127 miliar. Dalam kondisi ekonomi di tanah air yang merosot, maka pertumbuhan itu disebut wajar dan sehat,” kata
Direktur Utama Bank Sultra, Khaerul Kumalaraden di Kendari, Selasa (15/3), seperti dikutip dari situs AntaraSultra.com.
Sebelumnya, pada pihak direksi dan pemegang saham menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara tahun 2015. RUPS dipimpin Gubernur Sultra Nur Alam, sekaligus sebagai pemegang saham terbesar bersama seluruh bupati dan walikota se-Sultra di salah satu hotel di Kendari.
Menurut Dirut Bank Sultra itu, secara performa, pertumbuhan aset yang dinilai cukup singnifikan itu dipengaruhi oleh peningkatan serapan dana pihak ketiga (DPK), salah satunya adalan tabungan yang mencapai angka Rp1 triliun di tahun 2015.
“Jika dibanding dengan tabungan di tahun 2014 hanya mencapai Rp700 miliar,” ujarnya.
Dengan demikian, kata Khaerul, komitmen manajemen perusahaan Bank Sultra bersama pemegang saham untuk meningkatkan aset maupun deviden, maka saat ini telah diatur sesuai dengan proforsi aset yang dimiliki oleh setiap daerah.
Hanya saja, lanjut Khaerul yang didampingi Direktur Pemasaran Bank Sultra, Depid mengatakan saham bagi kabupaten kota hanya bisa memasukkan modalnya itu dengan maksimal 90 persen dari modal provinsi.
“Artinya, bila aset provinsi modal sebesar Rp1 miliar, maka kabupaten dan kota yang dapat meneyetor asetnya hanya Rp900 juta,” ujarnya.(ant/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top