Headline

MTQ tingkat Sultra, NA: Tak Usah Undang Menteri Agama

Lukmannnnnnnnnnnnn nurrrrrrrrr

KENDARI, BKK– Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam menegaskan tidak akan mengundang Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin dalam acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi 2016 di Kotamara Baubau, 19 Maret 2016.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku enggan mengundang menteri dari PPP itu. Bahkan menurut Nur Alam, Lukman hanya akan merepotkan bila datang di acara pembukaan MTQ.
“Saya malas undang menteri kalau hanya repotkan kita. Saya malas undang-undang Menteri Agama,” kata Nur Alam dalam rapat persiapan pelaksanaan MTQ di Aula Kantor Gubernur Sultra, Senin (15/3).
Ia menilai, menteri yang datang di daerah biasanya hanya mengejar popularitas semata. Padahal, kata dia, yang bekerja susah payah adalah pemerintah daerah.
“Menteri hanya kejar popularitas padahal kita yang kerja. Untuk apa undang menteri kalau hanya merepotkan kita,” tekannya.    Dalam pandangannya, gubernur dan menteri memiliki posisi yang sama di pemerintahan. Pengangkatannya, sebut dia, berdasarkan tandatangan Presiden.
“SK-nya sama. Sama-sama keluar dari Presiden,” ujarnya.
Selain tidak menginginkan kehadiran Menag, Nur Alam juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka untuk tidak berpartisipasi dalam acara MTQ di Kotamara Baubau. Alasannya, Pemkab Kolaka saat ini mempersiapkan pelaksanaan Hari Ulang Tahun Sultra ke-52 yang kali ini dipusatkan di Kolaka.
“Bupati Kolaka tidak perlu ikut. Karena, dekatnya kegiatan MTQ dengan pelaksanaan HUT Sultra,” tuturnya.
Dengan ketidakhadiran Kolaka, dipastikan pelaksanaan MTQ di Baubau hanya akan diikuti oleh 16 dari 17 kabupaten atau kota di Sultra.
Dalam persiapan pembukaan MTQ di Kotamara Baubau, Nur Alam menginstruksikan kepada seluruh dinas terkait untuk memperhatikan moda transportasi yang akan digunakan. Khusus pelayaran feri jurusan Amolengo-Labuan, pinta Nur Alam, harus ditambah tripnya.
“Sampaikan kepada ASDP di sana untuk ketemu saya secepatnya. Di sana, jangan hanya dua trip saja. Bila perlu kita tambah,” pesan Nur Alam kepada perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Sultra.
Selain itu, dalam rapat itu juga Nur Alam menyinggung kesiapan pemerintah kota Baubau tentang pemondokkan khafilah dan acara pelantikan dewan hakim. Dalam rapat persiapan ini, turut hadir seluruh SKPD dan beberapa Sekretaris Kabupaten (Sekkab).
Ketua DPW PPP Sultra versi Djan Faris, La Ode Songko Panatagawa menyatakan mendukung keinginan Gubernur Nur Alam tersebut. Menurutnya, Lukman Hakim Syaifuddin sudah menorehkan catatan buruk saat Temu 1000 Tokoh Lintas Agama untuk Sultra Damai, pada November 2015 lalu.
“Ini kan ceritanya ingin menyatukan. Tapi saat itu yang diundangnya hanya PPP versi Romahurmuzy. Sementara kami tidak diundang. Jadi saya pikir layak jika Menag itu tak usah diundang ke sini,” katanya.
Sementara Ketua DPW PPP Sultra versi Romahurmuzy, Abdul Rasyid Syawal enggan mengomentari pernyataan Gubernur Nur Alam. Namun dia mengatakan, MTQ tingkat Provinsi sebaiknya diramaikan saja oleh unsur pemerintah level provinsi.
“Kalau MTQ tingkat nasional itu baru gaweannya menteri. Tapi alangkah lebih baik kalau Pak Gubernur mengundang menteri agama datang,” tandasnya. (r1/a/aha)

To Top