Golkar Kendari Hanya Bisa Usung Calon Wakil – Berita Kota Kendari
Beranda

Golkar Kendari Hanya Bisa Usung Calon Wakil

Ketua DPD Golkar Kota Kendari, Hikman Balagi

Ketua DPD Golkar Kota Kendari, Hikman Balagi

KENDARI, BKK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Kendari cukup tahu diri dengan kondisi kaderisasi di internalnya. Partai berlambang beringin ini, hanya bisa mengusung calon wakil di Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Kendari.

Sama dengan Pilwali 2012, pada Pilwali 2017, Golkar Kendari tak punya kader untuk diusung menjadi Calon Wali (Cawali) Kota Kendari.

Hal ini dibenarkan Ketua DPD Golkar Kota Kendari Hikman Balagi, Rabu (9/3). Ditemui di kantornya, Hikman mengaku, saat ini ada dua kader Golkar yang diusulkan maju Pilwali Kendari. Adalah dia sendiri dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari Muhammad Ali.

Meski begitu, partai sekaliber Golkar hanya membidik kursi 02.

“Teman-teman PK (pengurus kecamatan) mengusulkan dua orang untuk mendaftar sebagai wakil,” ungkap Hikman Balagi.

Menurut dia, Golkar selalu mengukur kompetensi kader untuk diusung dalam kontestasi demokrasi. Sebagai pribadi, kata dia, harus tahu diri bila hanya diusung wakil dan tidak bisa memaksakan untuk maju 01.

“Ini aspirasi dari bawah. Saya ikuti saja keinginan PK,” ujarnya.

Hikman menambahkan, namanya baru didaftarkan di Golkar oleh beberapa PK. Tidak menutup kemungkinan, ke depannya ia akan mendaftar di partai lain.

“Untuk sementara, baru daftar di Golkar dulu. Kita lihat perkembangan tergantung aspirasi. Kalau niatannya, saya hanya lihat perkembangan dulu,” tuturnya.

Soal calon wali kota yang ingin melamarnya, Hikman Balagi tidak ingin muluk-muluk. Yang terpenting, kata dia, calon yang bisa menjadi 01-nya adalah tidak sekomunal dengan dirinya.

“Saya kan orang Muna-Buton. jadi, harus pasangan dengan orang lain. Harus ada kesinambungan dengan komunitas lain karena kita butuh perimbangan di kota ini,” katanya.

Hal senada diungkapkan Muhammad Ali. Menurutnya, penentuan maju membutuhkan waktu panjang. Bahkan, untuk ikut dalam Pilwali Kendari harus meminta petunjuk dengan Salat Istikharah.

“Saya sempat Salat Istikharah. Mana yang bagus, 02 atau 01. Ternyata, yang lebih dominan adalah 02,” katanya.

Ia mengakui, kemampuannya dalam skala politik di Kendari hanya bisa maju 02. Untuk maju di 01, dirasa sulit karena harus menginstropeksi diri dulu mengenai kemampu sumber daya pribadinya.

“Mengelolah daerah harus memiliki sumber daya. Berdasarkah hasil diskusi, memungkinkan hanya 02,” akunya.

Setelah bisa merebut kursi Wakil Wali Kota Kendari, Ali mengaku sudah bisa memikirkan kursi 01.

“Kita bertahap. Mungkin kita dilihat orang tidak rakus dulu,” jelasnya.

Menurut Ali, tampilnya Hikman dan dirinya dalam berebut pintu Golkar untuk kursi calon wakil, bukan persaingan internal. Tetapi, siapa pun yang diusung Golkar nanti merupakan calon yang kualifight.

“Nanti juga akan diverifikasi dan melihat hasil survei,” tuturnya. (r1/c/jie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top