Polda Sidikat Penjual Minyak Tanah – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polda Sidikat Penjual Minyak Tanah

Ilustrasi

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Petugas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengamankan ratusan liter minyak tanah sendupan asal Kabupaten Muna.

Selain barang bukti tiga tersangka juga turut di gelandang di Mapolda Sultra, yakni Hj Hasia selaku pemilik minyak tanah di Kendari serta dua orang asal Kabupaten Muna, Herlan Ringgasa dan Abdul Nasir selaku pemilik penampungan minyak tanah di Muna.

Penangkapan itu dilakukan petugas Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khsus (Ditreskrimsus) Polda Sultra, di Pasar Panjang Kelurahan Wawowanggu Kecamatan Wuawua, Senin (7/3).

Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh mengatakan, para tersangka sudah menjadi target operasi (TO) petugas.

Diuraikan, petugas sempat mengetahui para pelaku melakukan bongkar muat minyak tanah di Tinanggea. Polisi pun langsung menuju ke tempat itu, namun sayangnya sebelum petugas datang para pelaku sudah usai melakukan bongkar muat.

Melalui informasi dari warga setempat, bahwa mobil yang memuat minyak tanah sudah menuju Kendari, petugas kembali melakukan pengejaran dan berhasil di tangkap di Pasar Panjang.

“Memang sebelum di Kendari penyidik sudah mengikuti mobil openkap dari Kecamatan Tinanggea yang memuat minyak tanah tersebut,” beber Dolfi.

Perwira polisi dengan satu melati di pundak ini mengungkapkan, penyidik sedang melakukan pengembangan atas kasus itu. Ditenggarai para pelaku masih menyimpan minyak tanah ilegal di Kabupaten Muna.

Selain itu, sambung Dolfi, penyidik juga akan memeriksa pihak PT Pertamina yang ada di Muna selaku pengawas pendistribusian minyak tanah. Sejauh ini sudah ada beberapa saksi yang telah diperiksa termaksud para tersangka.

“Memang ini sudah sindikat dan telah lama beroperasi. Kami menduga sudah banyak pelaku yang bermain seperti ini hanya belum kami dapati. Semuanya dari Muna dan memang di sana ada penampungan,” katanya.

Tersangka Hj Hasia sedang ditangguhkan penahanannya, karena anaknya yang sedang sakit. Sementara dua tersangka lainnya telah menghuni rumah tahanan (Rutan) Polda Sultra.

Lebih lanjut Dolfi mengatakan, para tersangka dijerat Pasal 53 huruf c dan d dan atau Pasal 55 Undang- Undang No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan Gas bumi, dengan ancaman pidan paling lama enam tahun penjara atau denda maksimal Rp 60 Miliar. (r2/iis)

To Top