Dua Tahanan Polres Kolut Masuk ICU, Koma, Diduga Dianiaya Dalam Sel – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Dua Tahanan Polres Kolut Masuk ICU, Koma, Diduga Dianiaya Dalam Sel

 Iskandar menyalami retak tulang tengkorak. (Foto: Usman/BK)

Iskandar menyalami retak tulang tengkorak. (Foto: Usman/BK)

LASUSUA, BKK- Orangtua ini kaget, anaknya yang sedang disel polisi dikabarkan ada di Rumah Sakit Jafar Harun.

Isu berhembus, anaknya, Muh Iskandar dipukul petugas Kepolisian Resor Kolaka Utara (Kolut) sampai tidak sadarkan diri hingga diopname di ruang Intensive Care Unit (ICU) Saraf RSJH Kolut. Ada kemungkinan korban gegar otak.

Versi ayah korban, Liberti (51), peristiwa dimulai pada Rabu (2/3), saat anaknya, Muh Iskandar, ditangkap petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Lasusua atas tuduhan terlibat kasus pencurian bersama rekannya, Asdin (19) warga Desa Patowonua, Kolut.

Laporan itu menyebutkan, selain Iskandar, Asdin juga dipukul sampai pingsan, sampai kencing di celana.

“Waktu dijemput sama anggota Polsek Lasusua, saya sudah katakan bahwa silakan proses hukum sesuai perbuatan yang dia lakukan, tapi tolong jangan dipukul,” ungkap Liberti, Senin (7/3), saat ditemui di kediamanya, di Desa Tojabi, Kolut.

“Karena anak ini habis operasi kepalanya usai kecelakaan.”

Menurut Liberti, dirinya baru mengetahui kalau anaknya masuk ICU Saraf melalui salah satu anggota keluarga yang kebetulan berkunjung di rumah sakit untuk keperluan lain.

Lalu mendengar kabar kalau ada tahanan bernama Iskandar yang dirawat akibat dipukul polisi.

“Dari situ saya tahu, anak saya masuk rumah sakit itu sekitar pukul 01.00 Wita pada Minggu (6/3),” bebernya.

“Saya liat anak saya tidak sadarkan diri, bahkan temanya yang bernama Asdin sempat pingsan dan kencing di tempat tidur. Polisi itu seakan sembunyi kalau terjadi penganiayaan,” kata Liberti.

Ia menambahkan, pihaknya telah dipanggil dokter ahli saraf dan diperlihatkan hasil rontgen bahwa di kepala anaknya itu ada retakan tulang kepala, di luar luka lama.

Informasi yang diterimanya, pelaku pemukulan diketahui bernama Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Aderlan.

Kapolres Kolut Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Darmawan Afandi SIK yang dikonfirmasi soal ini lewat telepon seluler (ponsel) menyatakan, membantah keras tuduhan itu.

“Tidak ada penganiyayaan. Hanya saja, tersangka pernah mengalami kecelakan, sehingga stres dan tertekan. Yang Muh Iskandar itu. Dan, dalam dua hari kedepan akan kembali ditahan,” jelasnya.

“Sedangkan untuk Asdin itu, juga tidak dipukul. Hanya saja, dari tes urine (dia) positif mengunakan narkoba.”

“Asdin itu sakaw (kecanduan, red). Kemungkin dia ingin sekali “memakai”, sehingga mengalami muntah-muntah. Tidak ditemukan tanda-tanga penganiayaan. Jadi, jangan mencari-cari kesalahan kepolisian,” ancam Kapolres.

“Silakan melakukan keberatan, itu sah-sah saja. Namun yang jelas, sampai saat ini hasil dari pemerikasaan belum ada ditemukan tanda-tanda penganiyaan.” (k6/iis)

Click to comment
To Top