Gadis Kelas 2 SMP Ini Dibawa Lari ke Ambon, Digauli, Bunting! – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Gadis Kelas 2 SMP Ini Dibawa Lari ke Ambon, Digauli, Bunting!

Ilustrasi

Ilustrasi

BAUBAU, BKK- Kepolisian Sektor (Polsek) Murhum) membekuk pemuda berinisial FJ (19) yang membawa lari ke Ambon perempuan di bawah umur berinisial GN (14). Bukan untuk menikah melainkan untuk kumpul kebo.

Pelaku ditangkap di kediamannya, Kelurahan Lipu Kecamatan Betoambari Kota Baubau pada Sabtu (5/3).

Kisah pelarian ini diawali sebuah pertemuan singkat.

Keduanya bertemu di salah satu tempat karaoke di Kota Baubau pada Januari 2016. Setelah bertukar nomor telepon seluler (ponsel), komunikasi keduanya langsung intens.

Beberapa malam kemudian, FJ mengajak GN jalan-jalan. Karena sudah larut malam, FJ kemudian mengajak GN menginap di rumahnya.

Dua insan bermadu kasih tanpa sepengetahuan orangtua FJ. Di rumah itulah hubungan keduanya mejadi lebih lengket dan menyatu seperti samurai menemukan sarungnya.

Paginya, GN yang selama ini tinggal bersama kakeknya, Ilyas, takut pulang. FJ lantas mengajak GN berangkat ke Ambon.

Selama dua bulan di Ambon, FJ beberapa kali mengajak GN mengulang hubungan indah malam kali pertama, berkali-kali, tiada bosan-bosan. GN yang baru kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP) itu tidak lagi ingat sekolah.

Di Ambon, GN dan FJ tinggal di kebun cengkih milik FJ. Selama di Ambon, FJ bekerja sebagai buruh bangunan untuk membiayai hidup.

Sementara itu, di Baubau, kakek GN yang khawatir dengan cucunya terus membujuk perempuan bau kencur itu untuk pulang.

Berbagai upaya ia lakukan sampai akhirnya GN mau pulang ke Baubau, itu pun setelah Kakeknya merajuk dan berjanji akan menikahkan GN dengan FJ.

“Maksimal 15 tahun penjara karena di bawah umur dan dia (GN) putus sekolah gara-gara ini,” tutur Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanitreskrim) Polsek Murhum Brigadir Polisi Kepala (Brika) Asraruddin ketika diwawancarai, Sabtu (5/3).

Bagaimana nasib GN? Ia tengah mengandung jabang bayi berusia dua minggu. (k2/iis)

To Top