DPP PAN Minta Musyawarah Diulang – Berita Kota Kendari
Headline

DPP PAN Minta Musyawarah Diulang

KENDARI, B013213500_1454223460-20160131-PAN-GMS-4KK– Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional dikabarkan telah meminta DPW PAN Sulawesi Tenggara untuk menggelar ulang musyawarah formatur. Musyawarah ulang ini diharapkan dapat mempersatukan kader PAN yang kini berhadap-hadapan, yakni Nur Alam dan Asrun.

Kabar tersebut datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Konawe Kery Syaiful Konggoasa. Kery mengaku, sudah berbicara langsung dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Eddy Soeparno.
Menurut dia, DPP meminta agar sengketa antar dua kubu tersebut harus segera diselesaikan. DPW diberi waktu satu minggu untuk mencari solusi yang bisa diterima oleh kubu yang bertikai.
Salah satu solusi yang diharapkan adalah mengeluarkan Nur Alam dari formatur. “Arahnya nanti, kalau DPP seiya-sekata dengan Nur Alam, maka akan menunjuk anggota formatur lain,” jelasnya.
Meski demikian, Kerry menganggap solusi tersebut tidak akan mengubah sikap mayoritas kader yang tetap menginginkan Nur Alam kembali memimpin PAN Sultra periode berikutnya. “Kalau ada rapat kembali, kita-kita ji yang berembuk. Jadi tidak ada gunanya juga. Mau rapat di China atau di Hongkong, tetap juga Nur Alam (yang dapat dukungan penuh),” terang Kery saat ditemui di Hotel Clarion Kendari, akhir pekan lalu.
Lain soal bila Nur Alam memang sudah tidak mau. Tetapi dia tetap saja yakin bahwa yang memimpin adalah kader di kubu Nur Alam.
“Tergantung Nur Alam lagi nantinya. Maunya siapa yang pimpin PAN Sultra,” jelasnya.
Lebih jauh dia katakan, bila ada calon alternatif selain Nur Alam, Kery mengaku dirinya lah yang tepat memimpin partai.”Kalau kemungkinan, yang dalam keadaan stabil adalah saya. Kalau pimpinan tunjuk saya, saya siap,” klaimnya.
Kery menyebut, peluang Asrun untuk merebut PAN sangat kecil. Sebab, kata dia, Nur Alam pasti menginginkan orang di lingkarannya untuk memimpin partai berlambang matahari terbit itu di Sultra.
“Kalau Asrun, tidak mungkin dapat,” selorohnya.
Sama halnya dengan Umar Samiun. Anggota formatur ini, sebut Kery, peluangnya juga sangat tipis. Meski tidak menyebut secara detail alasannya, namun pernyataannya tersebut terkait dengan gencarnya isu soal kasus dugaan korupsinya yang akan digarap oleh KPK.
“Kalau Umar kita tahu. Karena, kondisi Umar bagaimanakah,” katanya.
Ia menuturkan, bila Nur Alam merestui dirinya memimpin PAN, maka kesempatan itu tidak akan disia-siakannya. “(Dicalonkan) Gubernur juga rela, saya siap. Pokoknya saya tidak ingin bertabrakan dengan Nur Alam,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Ketua DPD PAN Kota Kendari Asrun tetap tenang menghadapi ancaman tersebut. Dia mengatakan sepanjang dia menjadi formatur, dia tetap tidak akan setuju jika Nur Alam yang kembali memimpin PAN Sultra. Asrun tetap mengincar jabatan itu untuk dirinya sendiri.
“Sekarang, kita tunggu saja mekanisme DPP. Saya optimis tetap pimpin PAN Sultra nanti,” tuturnya.
Bila memang DPP meminta tim formatur untuk bermusyawarah kembali, Asrun bersikukuh tetap akan maju. “Saya pakai ilmu pasti. Kalau saya dipanggil, sudah tetap sikap saya. Kalau diminta musyawarah, kembali tetap sudah begitu,” katanya.
Namun hingga saat ini, lanjut dia, DPP belum memanggil seluruh anggota formatur Muswil PAN Sultra. Ia juga optimis, langkahnya akan mulus bila proses penentuan pimpinan partai berdasarkan aturan. (r1/a/aha)

To Top