Kasuistika

Di Butur, Program Nasional Penanaman Kedelai Gagal Total

Ilustrasi

Ilustrasi

#Program Nasional Diwarnai Isu Dugaan Pengadaan Fiktif Bibit

BURANGA, BKK- Program Nasional Penanaman Kedelai 2015 di Kabupaten Buton Utara (Butur) gagal total.

Hasil monitoring Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Butur mencatat, program ini diluncurkan pada Juni 2015 oleh Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan setempat.

Dari delapan kelompok tani, hanya satu kelompok yang tanamanannya berhasil tumbuh dengan baik.

“Yang ingin kami sampaikan adalah saat pemberian bantuan bibit pada Juni ini, kebanyakan dari kami menyimpannya dulu selama satu bulan. Karena, saat itu kami mau selesaikan dulu panen padi,” tutur Farlin, Ketua Kelompok Tani Bangkit Desa Kotawo, Minggu (6/3).

“Sebulan kemudian baru kita tanamlah bibit itu, dan hasilnya tidak tumbuh. Ada yang tumbuh tapi terhitung jari. Kami sendiri juga tidak tahu apa persoalannya. Apakah bibitnya atau memang karena musimnya yang saat itu memang karena musim kemarau panjang,” tambahnya.

Dua anggota DPRD komisi II yakni, Almunatsir dan Alias Dadi Agusman saat berada di balai pertemuan bersama di desa Kotawo di Kecamatan Kulisusu Barat dengan dihadiri masing-masing kelompok tani lainnya di dua desa itu, Minggu (6/3).

Misal, kasus yang dialami masyarakat kelompok tani di Desa Katawo dan Desa Lambale Kecamatan Kulisusu Barat (Kulbar).

Anggota Komisi II, Almunatsir dan Alias Dadi Agusman menyebut, pihaknya turun melakukan monitorng, sebenarnya, karena adanya laporan yang masuk bahwa gagalnya panen akibat tidak adanya bantuan bibit. Bantuan fiktif bibit.

Almunatzir yang juga Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) meminta dinas pertanian memperhatikan musim tanam petani agar bibit yang diturunkan sesuaikan dengan musim tanam kedelai.

“Kemudian, perhatikan juga kualitas bibit,” anjurnya.

Komisi I juga mendapat laporan bahwa tenaga penyuluh pertanian jarang memberikan pendampingan. Padahalnya, petani inginkan diberikan penyuluhan-penyuluhan, baik itu sebelum proses tanam maupun model pencegahan hama. (k5/iis)

To Top