32 Penghuni Rutan Positif Konsumsi Narkoba – Berita Kota Kendari
Beranda

32 Penghuni Rutan Positif Konsumsi Narkoba

Petugas Polda Sultra bersama BNNP Sultra saat melakukan penggeledan di Rutan Klas II A Kendari. (Foto:KASMAN/BKK)

Petugas Polda Sultra bersama BNNP Sultra saat melakukan penggeledan di Rutan Klas II A Kendari. (Foto:KASMAN/BKK)

*Dua Diantaranya adalah Wanita
*Razia Polda-BNNP Diduga Bocor

KENDARI, BKK – Puluhan personel Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) melakukan penggeledahan di rumah tahanan negara (Rutan) Klas II A Kendari, Sabtu (5/3) malam.

Itu dilakukan menyusul adanya indikasi bahwa Rutan menjadi tempat nyaman peredaran maupun mengendalikan narkoba.

Dalam razaia itu, petugas berhasil mengidentifikasi 32 tahanan dinyatakan positif narkoba melalui tes urine malam itu juga. Meski belum dipastikan positif narkoba atau obat-obat lainnya, namun penghuni yang dinyatakan positif, yakni 30 lelaki dan dua wanita tersebut menjadi bukti bahwa di Rutan masih keluar masuk bahan-bahan haram dan terlarang.

Operasi itu dihadiri dan disaksikan langsung Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sumarto, Kepala BNNP Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Fauzan, Wadirresnarkoba AKBP La Ode Aris Elfatar SIK. Hadir pula Kepala Kantor Wilayah Kemeterian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM) Sultra Ilham Djaya, dan Karutan Klas II A Kendari Syamsir Alam.

Dari pantauan jurnalis koran ini saat operasi berlangsung, personel Polda Sultra yang terdiri dari anggota Ditresnarkoba, Sabhara, dan Brigade Mobile (Brimob) serta BNNP star dari Mapolda Sultra sekitra pukul 19.30 Wita.

Setibanya di Rutan, sebelum masuk ke areal Rutan, para petugas terlebih dulu mengumpul senjata api (senpi) baik laras panjang maupun pendek. Karena telah disepakati antara pihak kanwil dan polda, saat penggeledahan tidak diperkenankan membawa senpi.

Namun, disela itu ternyata Kakanwil Kemenkum HAM Ilham Djaya telah berada lebih dahulu di blok narkoba yang akan dijadikan sasaran penggeledahan. Beberapa menit kemudian petugas kepolisian memasuki blok pemeriksaan.

Seolah telah mengetahui akan diperiksa, para tahanan sudah berdiri berbondong-bondong di balik pintu besi ruang tahanan menyambut kedatangan para petugas kepolisian.

Informasi yang beredar di lingkungan rutan, bahwa sebelum polisi datang, para penghuni sudah dikumpulkan dan disampaikan akan ada pemeriksaan.
Tidak ada satu pun ditemukan alat bukti barang haram itu. Justru petugas menemukan beberapa obat yang dicurigai untuk mensterilkan urine.

Lalu petugas mengeledah satu persatu tahanan blok kusus narkoba yang berjumlah 115 orang. Selanjutnya, diarahkan ke aula rutan untuk menjalani tes urine. Dengan disaksikan satu tahanan dan sipir, polisi lalu melakukan pencarian barang bukti narkoba disetiap kamar, namun hasilnya masih tetap nihil. Tidak ada barang bukti.

Ditemui usai pelksanaan tes urine, Kakanwil Kemenkum HAM Sultra Ilham Djaya mengatakan, dirinya menyambut baik pelaksanaan operasi tersebut dan itu merupakan wujud sinergitas antara Kanwil, Polda Sultra dan BNNP Sultra.

“Kegitan ini memang kita nilai sangat baik, dalam artian dilaksanakan sangat tertib, dilakukan secara jelas, dilaksanakan tanpa bocor artinya tidak diketahui petugas maupun penghuni,” akunya.

“Terkait dengan masih adanya penggunaan narkotika yang hasil tes ini diindikasikan 32 orang. Tapi itu baru indikasi, kita belum tau apakah itu murni narkoba atau bukan. Kita telusuri dulu. Malam ini (Sabtu malam, red) kita minta tim BNNP untuk cek betul dan masih akan kita datangkan dokter untuk memastikal hal itu,” tambahnya.

Ilham menambahkan, dengan adanya indikasi itu, pihaknya akan lebih waspada terutama di blok tahanan narkoba laki-laki maupun wanita. dan menurut dia, pengamanan di rutan sudah cukup baik dan tertib.
“Sehingga barang itu (narkoba, red) masuk tidak kita lihat, karena itu tadi dari hasil penggeladahan tidak ditemukan narkoba.

Makanya kita ingin cek apakah kalau barangnya tidak ada kapan mereka ini menggunakan, sementara tadi saya bilang bahwa operasi ini betul-betul 100 persen tidak bocor,” katanya.

Ditempat yang sama, Dirresnarkoba Polda Sultra AKBP Sumarto menjelaskan, kejahatan narkotika selalu melibatkan jaringan. Makanya salah satu rantai yang terkait dengan jaringan atau sindikat itu ada di rutan.

“Oleh karena itu kita bersama-sama bersinergi untuk bagaiman mencega dan memberantas peredaran gelap narkotika yang mungkin ada di rutan ini,” ujar perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.

“Makanya ada hasil yang positif ini masih kita dalami, kita interview. Langkah selanjutnya tentunya kita penyelidikan lagi, terkait dengan bagaimana bisa positif. Dalam penyelidikan itu ada langkah-langkah, ketika memang terpenuhi unsur pidananya, kita proses secara hukum sepanjang memang alat buktinya ada,” tegas Sumarto.

Kepal BNNP Sultra Kombespol Fauzan menuturkan, dalam tes urine tersebut memang ada beberapa para meter untuk bisa dinyatakan positif dan alat yang digunakan itu terdapat enam para meter. Diantaranya menggunakan jenis ganja, heroin, metaphetamine, benzo, dan lainnya.

“Dari hasil tes urine itu akan kelihatan dia menggunakan apa. Itu terdeteksi semua. Kita disini menggunakan alat yang terdeteksi menggunakan baru tujuh hari. Berarti dalam beberapa hari ini mereka (yang positif, red) menggunakan. Makanya ada tim dokter lagi yang liat disitu memang, kalau dia benzo mungkin dia menggunakan obat-obatan dari dokter,” jelasnya. (r2/jie)

Click to comment
To Top