Tergiur Untung Besar, Tukang Bengkel di Wuawua Geluti Bisnis Sabu-Sabu – Berita Kota Kendari
Headline

Tergiur Untung Besar, Tukang Bengkel di Wuawua Geluti Bisnis Sabu-Sabu

narkoba

Ketgam: Barang bukti yang berhasil disita polisi. (Foto: Rudinan/BKK)
KENDARI, BKK – Pengedar narkoba asal Wuawua ditangkap Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (02/03) sekitar pukul 20.00 Wita.
Tersangka berinisial AN (45) digerebek di kediamannya, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wuawua Kota Kendari. Polisian menemukan 16  paket sabu-sabu seberat 15,16 gram, alat isap, timbangan elektrik, uang tunai Rp 250 ribu, buku tabungan, serta sejumlah senjata tajam (sajam).
Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh menerangkan, Kamis (3/3), besar kemungkinan tersangka tidak hanya sebagai pemakai melainkan juga sebagai pengedar.
Hasil penyidikan mengungkapkan, sabu-sabu diperoleh dari provinsi lain, dikirim melalui transportasi darat.
“Barang bukti lainnya berupa sajam yang kami amankan itu diduga digunakan untuk menjaga diri dalam melakukan transaksi. Selain itu juga, kami sementara mengamankan satu orang saksi berinisial AR (45) warga BTN Mega Buana Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wuawua. Dia diduga terlibat dan ada kaitanya dengan tersangka AN,” tambahnya.
Tersangka dijerat pasal 132 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto pasal 114 ayat 2 UU Narkotika, subsider ayat 2 UU Narkotika. Pasal ini mengandung hukuman pidana minimal lima tahun penjara, maksimal 10 tahun, dan denda Rp 10 miliar.
Tersangka AN yang berhasil ditemui wartawan berujar, dirinya menjalankan bisnis ini sejak dua minggu terkahir. Barang diperoleh dari seorang bandar dari Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Awalnya saya dikenalkan oleh seorang teman (inisial) SL kepada bandar (inisial) IR dan diajak untuk berbisnis menjual sabu-sabu. Akhirnya saya mau, karena keuntungannya besar,” ujarnya.
“Pekerjaan saya sebenarnya tukang bengkel sudah tiga tahun. Biasannya saya transaksi dengan (inisial) IR dan temannya (inisial) SL di bengkel. Sabu-sabu berat 10 gram dari (inisial) IR harganya Rp 1,8 juta,” jelasnya. (p5/a/iis)

Click to comment
To Top