Mantan Ketua KPU Kendari Akhirnya Ditahan Jaksa – Berita Kota Kendari
Headline

Mantan Ketua KPU Kendari Akhirnya Ditahan Jaksa

syam abdul jalil43

Mantan Ketua KPU Kota Kendari, Syam Abdul Jalil saat masuk dalam mobil tahanan menuju Rutan Kendari. (Foto: Rudinan/Berita Kota Kendari)

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari memutuskan menahan Syam Abdul Jalil, Kamis (3/3), dalam kasus dugaan korupsi dana hibah untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari 2012. Syam saat itu adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Syam tiba di kejaksaan sekitar pukul 11. 00 Wita, menghadiri pangilan kedua, setelah panggila pertama yang dijadwalkan pada Senin (29/2) lalu diabaikan.
Syam ditetapkan tersangka menyusul nasib Purbatin Hadi, mantan Bendahara KPU Kota Kendari, yang lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.
Malah Purbatin, perkaranya sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor Kendari, yang pada Selasa (1/3) lalu ia menjalani sidang pembelaan terdakwa. Oleh jaksa, Purbatin dituntut pidana 18 bulan penjara.
Syam Abdul Jalil, kemarin, memenuhi pangilan penyidik Kejari Kendari datang dengan mengenakan kaos hitam, jeans balel. Tampak, ia hanya didampingi oleh anaknya, tidak terlihat penasihat hukumnya.
Pria yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 23 Februari 2016 ini menjalani pemeriksaan secara tertutup di ruang Pidana Khusus (Pidsus).
Terungkap, Syam sempat menolak ditahan dengan alasan dirinya saat diperiksa berhak didampingi penasihat hukum sesuai tuntutan pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Kendati begitu, ia digelandang juga ke Rumah Tahanan (Rutan) Kendari oleh jaksa.
Sejumlah wartawan yang berusaha memperoleh penjelasan Syam, gagal mendapatkan pernyataan pers.
Syam diantar dengan mobil Avanza ke rumah tahanan dibawa sekira pukul 16.00 Wita.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari Drs Yohanes Gatot Iriyanto ditemui di ruang kerjanya soal ini menerangkan, Syam ikut terlibat (korupsi) dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar.
“Hari ini (kemarin, red) kami melakukan penahanan kepada Syam Abdul Jalil,” tegasnya.
Gatot menambahkan, keterlibatan Syam terungkap dalam fakta persidangan terdakwa Purbatin di Pengadilan Tipikor Kendari. Saat itu Syam Abdul Jalil menjadi saksi untuk sidang tersebut.
“Muncul fakta Syam Abdul Jalil memindahkan uang dana hibah tersebut ke rekening pribadi miliknya di dua bank swasta, sejumlah Rp 1,3 miliar. Yaitu pada Bank Artha Graha senilai Rp 1 miliar dan Bank CIMB Niaga senilai Rp 300 juta,” papar Kajari Kendari.
Ditanya soal apakah ada tersangka lain dalam kasus ini?
“Nanti dilihat pada saat persidangan. Kalau ada fakta yang mengarah untuk dijadikan tersangka, pasti akan kembali diperiksa. Yang pasti, kami akan terus lakukan pengembangan berkait masalah ini,” jawabnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kendari Tajuddin SH dikejar soal penolakan Syam yang mengacu pada KUHAP mengatakan, sebelum dilakukan penahanan terhadap Syam Abdul Jalil, jaksa terlebih dahulu melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan tersangka.
“Dia menggunakan haknya sebagaimana pasal 56 KUHAP bahwa setiap tersangka berhak merasa keberatan untuk dilakukan terkecuali didampingi kuasa hukumnya. Kami juga sudah menghubungi kuasa hukumnya, namun Senin baru siap untuk mendampingi,” ungkapnya. Senin mendatang, 7 Maret 2016.
Ia menambahkan, sebelum menahan Syam, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu kepada tersangka.
“Kami menghadirkan dokter untuk memeriksa tersangka, karena dia pernah bercerita kalau ada riwayat penyakit jantung,” kutipnya.
“Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, dia (Syam, red) dalam kondisi yang sehat-sehat saja, sehingga kami langsung melakukan penahanan.”
Diketahui, tersangka Syam dikenakan dengan pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor. (p5/a/iis)

Click to comment
To Top