Gubernur Optimis Masjid Al Alam Tuntas Tahun Ini – Berita Kota Kendari
Aneka

Gubernur Optimis Masjid Al Alam Tuntas Tahun Ini

IMG_7658

KENDARI, BKK – Meski baru berbentuk tiang pancang, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam tetap optimis Masjid Al Alam bisa dituntaskan tahun ini.

Menurut Nur Alam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra akan terus berupaya menggenjot pembangunannya, agar bangunan yang berdiri di tengah Teluk Kendari itu secepatnya dimanfaatkan meskipun bangunannya secara keseluruhan belum tuntas.

“Kita akan berusaha nanti supaya akhir tahun digunakan,” singkat Nur Alam kepada Berita Kota Kendari, Senin (29/2).

Nur Alam mengaku, pembangunan masjid tidak pernah ada selesainya selama umat masih ada.

“Kita akan terus memberikan atensi,” tambahnya.

Ia menturukan, salah satu tugas di akhir periodenya adalah menyelesaikan pembangunan masjid termasuk jalan masuknya.

“Tahun ini, kita akan tembuskan jalan masuknya pada tahun ini selesai,” tuturnya.

Diberitakan, pembangunan Masjid Al Alam sudah hampir satu dekade namun seperti jalan di tempat. Megaproyek yang dirancang sejak 2008 ini, masih berbentuk tiang pancang.

Proyek besar ini, merupakan salah satu program awal dari kepemipinan Nur Alam usai terpilih menjadi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) delapan tahun silam.

Kala itu, Nur Alam menaruh obesesi besar untuk mendirikan bangunan monumental di tengah Teluk Kendari. Masjid Al Alam lah jadi pilihannya.

Obesesi Nur Alam, langsung direspon oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk membicarakan anggarannya bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra. Awalnya, Pemprov meminta bantuan dewan untuk menyetujui Rp 10 miliar sebagai dana awal pembangunan masjid.

Selain dana awal, anggaran tersebut merupakan pancingan bagi investor untuk menanamkan investasinya mendanai bangunan tersebut. Yah, kebetulan waktu itu tambang di Sultra lagi berkuasa.

Dalam perjalanannya, investor sempat melirik proyek ini. Namun, diam-diam menghilang.

Agar anggaran Rp 10 miliar tak sia-sia, Pemprov kembali menganggarkannya dengan kembali membebankan pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sekitar Rp 10 miliar lagi pada Tahun 2009.

Sayang, kabar hadirnya investor masih kabur. Belum ada yang melirik.

Hingga medio 2015, tercatat anggaran yang sudah dihabiskan melalui APBD Sultra hanya untuk tiang pancang sudah Rp 74 miliar. Itu pun, di luar pembangunan jalan masuk masjid senilai Rp 10 miliar.

Pada Tahun 2016, Pemprov Sultra kembali menganggarkan Rp 82 miliar untuk pembangunan masjid ini.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sultra Nasir Andi Baso. Kepada Berita Kota Kendari beberapa waktu lalu, pihaknya tetap menganggarkan pembangunan masjid tersebut melalui APBD.

“Kita sudah anggarkan. Anggarannya sekitar itu (Rp 82 miliar, red),” ungkap Nasir.

Menurut Nasir, tambahan anggaran Rp 82 miliar ini diprediksi akan mencapai pembangunan kubah masjid.

Untuk anggaran pembangunan finisingnya, direncanakan akan kembali dialokasikan pada tahun anggaran 2017.

Dengan tambahan anggaran Rp 82 miliar itu, maka total anggaran yang telah dihabiskan oleh Masjid Al Alam melalui anggaran daerah sejak 2008 sebanyak Rp 156 miliar.

Senada dengan Nasir, Kadis PU Sultra La Ode Saidin menyebutkan, jumlah uang rakyat untuk mendanai tiang pancang sudah sebesar Rp 74 miliar.

Saidin menambahkan, seluruh tiang pancang untuk masjid tersebut semuanya sudah terpasang. Ia menyebutkan, jumlah tiang pancang yang telah ada sekitar 200 lebih. Dengan demikian, bila dikalkulasi berdasarkan anggaran yang sudah dihabiskan maka satu tiang pancang dihargai Rp 370.000.000 atau sekitar Rp 370 juta.

“Ukuran masjid ini kan 50 kali 50. Makanya dia butuhkan 200 tiang pancang lebih,” jelasnya kala itu.

Selain pembangunan fondasi dan tiang pancang, pihaknya telah memakai anggaran sebesar Rp 6 miliar dari total Rp 10 miliar untuk pembangunan jalan masuk. Menurutnya, sekarang dalam proses pelaksanaan.

“Anggarannya Rp 10 miliar, namun baru terpakai Rp 6 miliar,” bebernya.

Mengenai anggaran selanjutnya, tambah dia, tergantung kemampuan daerah. Menurutnya, apa pun ceritanya bangunan yang diimpikan oleh Nur Alam harus sudah bisa dibangun dalam waktu cepat sehingga bisa kelar sebelum masa jabatan Nur Alam berakhir.

“Yang jelas sebelum akhir masa jabatan gubernur masjid sudah bisa dipakai,” ujarnya.

la Ode Saidin menyebut, anggaran kemungkinan masih bisa ditambah untuk mengerjakan pembangunan fondasi masjid termasuk jalan masuknya.

“Di masjid, fondasi dan tiang pancang selesai semua. Sehingga, sudah bisa dipakai sebelum akhir masa jabatan gubernur,” ujarnya.

Secara keseluruhan, tutur Saidin, anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan masjid Al Alam ini sekitar Rp 260 miliar. Semua dana tersebut, akan dibebankan kepada APBD Sultra.

Terakhir, Pemprov Sultra melalui Badan Layanan Pengadaan (BLP) akan melakukan lelang proyek tersebut senilai Rp 70 miliar untuk APBD 2016 dari usulan sebelumnya sekitar Rp 82 miliar.

Proyek dengan kode lelang 4317081 ini, merupakan proyek lanjutan milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sultra.

Selain itu, BLP Sultra ikut melelang pengawasan pembangunan Masjid Al Alam dengan nilai pagu Rp 500 juta. (r1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top